Antisipasi Napi Lari dengan Deteksi Dini

Meurah Budiman/dok.

 

HALO SEMARANG – Untuk mengantisipasi narapidana (napi) lari dari Lembaga Pemasyarakatan (Lapas)/Rumah Tahanan Negara (Rutan), Divisi Pemasyarakatan (Divpas) Kantor Wilayah (Kanwil) Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Jateng, siap menerapkan deteksi dini.

Kepala Divpas Kanwil Kemenkumham Jateng, Meurah Budiman menyatakan, deteksi dini dilakukan dengan cara penggeledehan rutin dan insidentil. Waktu penggeledehan bersifat mendadak.

‘’Melalui cara itu, peluang napi untuk lari bisa diminimalisasi,’’ ujar Meurah Budiman menanggapi napi kasus narkoba Cai Changpan yang kabur dari Lapas Tangerang dengan cara menggali lubang.

Mengenai kasus Covid-19 di lapas/rutan, dia mengakui memang ada. Di Demak, tercatat tiga napi terpapar dan sembuh.
Kemudian di Salatiga, satu napi terkena virus corona tapi juga sembuh.

Sementara di Rembang, seorang pegawai terpapar bersama keluarganya. Kini, pegawai dan keluarganya itu masih menjalani isolasi.

‘’Kami tak mau tawar-menawar soal penerapan protokol kesehatan. Kunjungan napi hanya bisa melalui virtual atau video call,’’ tandasnya.

Pihaknya menyediakan layanan Wifi gratis bagi pengunjung, sehingga mereka bisa melakukan video call dengan penghuni lapas/rutan.

Makanan yang dibawa pengunjung pun diperiksa dan diganti tempat atau pembungkusnya.

Divpas bersyukur di Jateng belum ada napi yang meninggal karena wabah Covid-19. Ini berkat kerja sama yang baik dari semua pihak terkait.

Divpas juga terus mendorong tercapainya wilayah bebas korupsi (WBK) pada unit pelaksana teknis lapas/rutan. Di Jateng, 41 dari 46 lapas/rutan telah lulus dari penilaian internal menuju WBK.

‘’Tim Penilaian Nasional (TPN) dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PAN-RB) akan mengumumkan tentang WBK pada Desember 2020. Semoga hasilnya sesuai dengan harapan kami,’’ jelas pria asal Aceh ini.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.