Antisipasi Mudik, Kapolres Kendal Minta Pengawasan Hingga Tingkat RT

Wakil Bupati, Kapolres dan Dandim saat mengikuti Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Lebaran Idulfitri, secara virtual di mapolres Kendal, Kamis (29/4/2021).

 

HALO KENDAL – Dalam rangka persiapan menghadapi Hari Raya Idul Fitri 1442 H, Kepolisian Daerah Jawa Tengah menggelar Rakor Lintas Sektoral Kesiapan Pengamanan Lebaran Idul Fitri secara daring di Markas Polda Jawa Tengah, Kamis (29/4/2021).

Rakor lintas sektoral dipimpin Kapolda Jawa Tengah, Irjen Pol Muhammad Luthfi yang dihadiri oleh Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, dan Pangdam IV/Diponegoro, Mayjen TNI Rudianto beserta jajaran.

Sementara di Mapolres Kendal, acara Rakor Lintas Sektoral yang diikuti secara virtual, dipimpin Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo dan dihadiri oleh Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki bersama Komandan Kodim 0715/Kendal, Letkol Inf Iman Widhiarto.

Kapolda Jateng dalam sambutan pembuka menyampaikan, rakor ini digelar dalam rangka mempersamakan persepsi, terkait antisipasi baik sebelum maupun sesudah Lebaran Idul Fitri 1442 H.

Ditegaskan, pihaknya akan memberlakukan Operasi Ketupat Candi tanggal 6 Mei 2021 untuk mencegah terjadinya arus mudik Idul Fitri selama pandemi Covid-19 masih merebak.

“Bagi pemudik yang masuk perbatasan Jawa Tengah, saya instruksikan untuk disuruh kembali. Tapi itu nanti pemberlakuannya pada tanggal 6 Mei. Jadi ini kita sampaikan kepada masyarakat yang mudik mulai tanggal 6 Mei pada saat berlaku Operasi Ketupat Candi,” tandas Irjen Pol Luthfi.

Untuk itu sebelum operasi tersebut berlangsung, Luthfi mengaku, untuk pengamatan sudah mulai dilakukan dan masyarakat bisa memaklumi imbauan dari pemerintah untuk tidak mudik.

“Kalau sekarang , kita masih upayakan prefentif. Jadi sekarang itu, kita hanya memberikan peringatan dan mendidik. Kita cek yang masuk wilayah Jawa Tengah dengan rapid test antigen,” ungkap Luthfi.

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo dalam sambutannya menegaskan, antisipasi ini penting untuk dilakukan, mengingat dalam suasana libur pasti ada peningkatan penularan Covid-19.

Selain itu, dalam penanganan arus mudik pasti akan bersinggungan dengan daerah-daerah lain. Ia mencontohkan, misalnya pembatasan dibuat untuk empat kabupaten/kota, maka daerah yang berada di ujung pasti berhubungan dengan daerah lain juga.

“Hal ini yang akan kami matangkan dan disampaikan. Kami juga sudah melakukan komunikasi dengan beberapa gubernur yang ada di Pulau Jawa melalui pertemuan para Sekda, untuk nanti kami bareng mengatur, supaya perpindahan orang dari masing-masing provinsi itu bisa disiapkan pengaturannya,” terangnya.

Selain itu, Ganjar menambahkan, komunikasi antarprovinsi tersebut menjadi penting, yakni DKI Jakarta, Jawa Barat, dan Jawa Tengah dan DI Yogyakarta.

“Apabila pemudik atau pergerakan orang di DKI dan Jawa Barat bisa terkontrol atau tersaring. Maka kita harapkan Jawa Tengah relatif aman. Nanti kepolisian yang akan menyiapkan,” ungkapnya.

Sementara itu Kapolres Kendal, AKBP Raphael Sandy Cahya Priambodo usai acara mengatakan, meski operasi baru dilaksanakan 6 Mei mendatang, namun pihaknya sudah melaksanakan kegiatan tersebut mulai tanggal 24 April.

“Ini adalah bentuk pengabdian kita, pelayanan kita kepada masyarakat. Untuk itu kita bersama pemkab sudah membangun sembilan posko. Di antaranya satu posko pelayanan di Alun-alun, tiga posko di exit tol. Kemudian dua posko di toll KM 391 A dan di KM 389 B. Selain itu kita juga buar tiga posko pemantauan diantaranya di Boja, Sukorejo dan di Cepiring,” ungkap AKBP Raphael Sandy.

Kapolres juga mengingatkan terkait pengawasan sampai tingkat desa dan RT/RW, terkait pelaksanaan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) skala Mikro yang sudsh ada 286 posko PPKM Mikro di Kabupaten Kendal.

“Untuk PPKM Mikro tingkat desa, nantinya para Babinsa dan Bhabinkamtibmas juga akan melakukan pengecekan kepada masyarakat yang mudik, itu gunanya untuk menekan adanya Covid-19 khususnya wilayah Kendal” kata Raphael Sandy.

Sementara itu, Wakil Bupati Kendal, Windu Suko Basuki mengajak masyarakat untuk ikut berpartisipasi dan memiliki kesadaran yang tinggi dalam mematuhi anjuran pemerintah.

Hal ini, lanjut Pakde Bas sapaan akrabnya, demi mencegah penyebaran dan munculnya klaster baru Covid-19.

“Saya pesan, sayangi keluarga anda. Tunda silaturahmi saat Lebaran ini. Mari kita sama-sama mencegah agar Covid-19 segera menurun. Karena sampai hari ini masih ada kenaikan, meski relatif rendah. Tapi lebih baik mencegah daripada mengobati,” ungkap Pakde Bas.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.