in

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Wakil Ketua DPRD Minta Masyarakat Patuhi Kebijakan

Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim.

 

HALO SEMARANG – Antisipasi lonjakan kasus Covid-19, masyarakat diminta untuk mematuhi kebijakan pemerintah tentang penanganan kasus Covid-19 jelang Natal dan Tahun Baru 2022. Hal itu disampaikan Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Mualim, Rabu (24/11/2021).

Menurutnya, kebijakan pemerintah di antaranya keluarnya Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) Nomor 62 Tahun 2021 tentang Pencegahan dan Penanggulangan Corona Virus Disease 2019 pada Saat Natal Tahun 2021 dan Tahun Baru Tahun 2022.

“Salah satu poinnya, masyarakat diminta menerapkan protokol kesehatan (prokes) yang lebih ketat dengan pendekatan 5M (memakai masker, mencuci tangan pakai sabun/hand sanitizer, menjaga jarak, mengurangi mobilitas, dan menghindari kerumunan),” katanya.

Untuk pemerintah daerah, Mualim juga berharap ada pengetatan di sektor-sektor penting, khususnya yang kerap dijadikan tempat berkerumun masyarakat. Termasuk juga melaksanakan percepatan vaksinasi untuk warga.

“Juga perlu adanya imbauan atau sosialisasi bagi masyarakat termasuk juga PNS Pemkot Semarang, untuk tidak bepergian, tidak pulang kampung dengan tujuan yang tidak penting atau tidak mendesak,” katanya.

Sebagai informasi, libur akhir tahun pada momen Natal dan Tahun Baru (Nataru) kemungkinan besar akan ditiadakan. Saat momentum perayaan Nataru, biasanya banyak masyarakat yang melakukan liburan, baik di dalam kota maupun luar Kota.

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi telah mengimbau warga Kota Semarang untuk bisa menunda liburannya.

Pasalnya, dirinya tidak ingin ada lonjakan kasus Covid-19 gelombang ketiga, jika masyarakat nekat melakukan aktivitas mudik Nataru.

Saat ini Pemerintah Kota Semarang sedang mencari cara yang tepat, untuk menerapkan pengawasan mobilitas warga saat libur Nataru, karena biasanya aktivitas masyarakat akan meningkat. Pemerintah Pusat, lanjut Hendi sapaan akrab Hendrar Prihadi, juga telah meminta kepada semua Pemerintah Daerah (Pemda) untuk lebih mengawasi pergerakan masyarakat di tempat wisata.

“Kemungkinan libur panjang Nataru ditiadakan, atau bisa jadi liburnya dibuat berseling, warga juga saya harap bisa menunda dulu untuk mudik. Nanti akan ada pengawasan bagi kendaraan yang masuk ke Kota Semarang, seperti apa konsepnya akan kita pikirkan lagi terutama untuk mengatur wisatawan yang datang ini agar tetap mematuhi prokes,” jelasnya.

Koordinasi dengan OPD terkait juga dilakukan, untuk tetap melakukan pengawas di tempat wisata, usaha dan hiburan untuk taat terhadap aturan yang sudah dibuat oleh Pemerintah Kota Semarang.(HS)

Share This

Masa Depan Pelatih Tergantung Hasil

Tinjau Lokasi Kebakaran Pabrik Kacang Dua Kelinci, Bupati Pati Minta Semua Bersabar