in

Antisipasi Lonjakan Kasus Covid-19, Sanggar Kegiatan Belajar Dipersiapkan Jadi Tempat Isolasi

Sanggar Kegiatan Belajar di Cepiring, dipersiapkan untuk menampung lonjakan pasien Covid-19.

 

HALO KENDAL – Dalam rangka mengantisipasi melonjaknya kasus Covid-19 di Kabupaten Kendal, sejumlah kecamatan menyiapkan tempat isolasi mandiri terpusat.

Tempat isolasi ini dipersiapkan untuk warga yang positif dengan gejala ringan. Untuk mengetahui kesiapan pendirian tempat isolasi terpusat, Sekda Kendal, Moh Toha melakukan pengecekan langsung di sejumlah kecamatan, Selasa (22/6/2021).

Di antaranya, di Kecamatan Kendal Kota, Kecamatan Patebon dan Kecamatan Cepiring, Selasa (22/6/2021).

Menurut Toha, tempat isolasi ini dipersiapkan untuk warga yang positif dengan gejala ringan.

“Hal ini sesuai arahan Bupati Kendal, terutama di kecamatan yang zona merah. Tujuannya untuk  memutus mata rantai penyebaran Covid-19, apalagi sekarang ini ada varian baru yang sangat cepat penularanya,” terang Sekda Kendal.

Dikatakan, saat ini penyebaran virus Corona di Kendal cukup tinggi, sehingga kesiapannya harus gerak cepat.

“Untuk isolasi terpusat ini harus segera dipersiapkan, karena melihat kondisi saat ini penyebaran Corona cukup tinggi,” katanya.

Di tempat yang sama, Camat Cepiring, Helyudin mengatakan, pihaknya tengah menyiapkan Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Cepiring untuk dijadikan tempat isolasi mandiri terpusat.

Dijelaskan, tempat tersebut ada dua bangunan asrama, yang  terdiri dari 18  kamar, yang per kamar berisi empat tempat tidur.

“Di masa pandemi, hampir tidak ada kegiatan pelatihan di SKB, karena banyak yang menggunakan sistem pembelajaran daring. Maka kamar tidur yang biasa untuk peserta diklat bisa digunakan  kamar isolasi mandiri terpusat,” jelas Helyudin.

Sementara itu Kepala SKB Cepiring, Akhrobat mengatakan, ada 8 kamar di dua gedung yang bisa digunakan untuk pasien isolasi.

Namun harus dilakukan pembenahan untuk fasilitas tempat tidur yang kondisinya rusak.

Selain itu, ada kendala air, ketika jam sibuk air yang menggunakan PDAM debitnya sangat kecil.

“Sehingga jika digunakan orang banyak, maka air mengalir kecil sekali. Untuk pembenahan, kami harus berkoordinasi dengan Dinas Pendidikan, karena SKB ini berada di bawah kewenangan Dinas Pendidikan Kanupaten Kendal,” pungkasnya.(HS)

Share This

Berani Tantang Banyak Jagoan

Swab PCR Ulang, Wabup Kendal Dinyatakan Negatif