in

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Pemkab Purworejo Minta Semua Rumah Sakit Siap

Penjabat sementara (Pjs) Bupati Purworejo, Yuni Astuti, memimpin rapat di Ruang Bagelen Setda Purworejo. (Foto : jatengprov.go.id)

 

HALO PURWOREJO – Semua rumah sakit di wilayah Kabupaten Purworejo, diminta bersiap mengantisipasi kemungkinan lonjakan jumlah pasien Covid-19, terutama setelah pilkada serentak. Kesiapan sejak dini tersebut diperlukan, terlebih dalam tiga pekan terakhir jumlah kasus Covid-19 tak kunjung menurun.

Hal itu disampaikan oleh Penjabat sementara (Pjs) Bupati Purworejo, Yuni Astuti, dalam rapat di Ruang Bagelen Setda Purworejo, seperti dirilis Jatengprov.go.id, Sabtu, (28/11).

Pjs Bupati Purworejo memaparkan, sejak awal April hingga pertengahan Mei 2020, kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Purworejo berjumlah 80 orang.

Selanjutnya, pada gelombang kedua pandemi merebak, alias sejak awal Juli hingga saat ini terdapat lebih dari 1.000  orang yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Dua, tiga minggu terakhir ini kasus terkonfirmasi Covid-19, grafiknya tidak pernah turun. Walaupun kita recovery rate-nya tinggi, namun jika penambahan kasus tidak bisa kita landaikan ya miris,” kata Yuni.

Pjs menambahkan, pihaknya terus mempersiapkan segala hal untuk mengantisipasi ledakan kasus yang mungkin terjadi, saat pemungtan suara pada 9 Desember 2020. Meskipun berbagai protokol kesehatan telah disiapkan selama pelaksanaan Pilkada.

“Setelah tanggal 9 Desember kita tidak tahu apa yang akan terjadi. Pada saat itulah kita semua sudah siap. Maksimum dua minggu ini, kesiapan itu harus kita penuhi,” ujarnya.

Lebih lanjut, RSUD Dr Tjitrowardojo sempat mengalami kehabisan tempat tidur bagi pasien Covid-19. Ia pun meminta seluruh pihak untuk waspada.

“Seminggu terakhir sempat terjadi tempat tidur full di RSUD Dr Tjitrowardojo. Ini bukan waspada lagi tetapi sudah siaga. Kita harus bersama-sama, tidak bisa hanya mengandalkan RSUD Dr Tjitrowardojo. RSUD RAA Tjokronegoro juga kita siapkan menerima pasien, RS swasta juga harus siap. Namun kita semua berharap ledakan kasus itu tidak terjadi,” kata dia.

Pjs Bupati juga meminta kepada seluruh jajaran Dinas Kesehatan dan Puskesmas, agar siap siaga untuk melakukan tes dan pelacakan jika terjadi lonjakan kasus setelah tanggal 9 Desember.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Purworejo, Sudarmi, menjelaskan, koordinasi dengan seluruh rumah sakit di Purworejo  dilakukan dalam rangka pelayanan Covid terkait dengan eskalasi kasus konfirmasi yang harus dirawat.

“Jadi semua RS harus siap untuk memberikan atau merawat pasien Covid. Seluruh RS di Purworejo yang berjumlah 12 RS sudah siap,” terang Sudarmi. (HS-08)

Share This

Realisasi Pajak Kota Pekalongan Lampaui Target

Magang Setahun, Kampus Hasilkan SDM Unggul