in

Antisipasi Lonjakan Covid-19, Djarum Foundation Bantu 25 Unit Konsentrator Oksigen pada Pemkab Demak

Penyerahan bantuan konsentrator oksigen dari Djarum Foundation pada Pemkab Demak. (Foto : Demakkab.go.id)

 

HALO DEMAK – Pemkab Demak menerima bantuan alat kesehatan berupa 25 unit konsentrator oksigen, dari Djarum Foundation. Bantuan diberikan untuk mengantisipasi gelombang ketiga penyebaran Covid-19, di mana terjadi lonjakan jumlah jumlah pasien Covid-19, seperti yang terjadi beberapa bulan lalu.

Bantuan diserahkan oleh Manajer Publik Djarum Foundation Kudus Purwono Nugroho dan Staf Manajer Publik Arvi Oktaviendra Suhadi, diterima Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE, didampingi Wakil Bupati Demak, KH Ali Makhsun MSI, Sekda Demak dr Singgih Setyono MKes beserta asisten, Kepala organisasi perangkat daerah terkait dan 5 Direktur Rumah Sakit Kabupaten Demak RSUD Sunan Kalijaga, yakni RSUD Sultan Fatah, RS Pelita Anugrah, RSI Nahdlatul Ulama, RS Fatimah Sulchan PKU Muhammadiyah di Pendopo Satya Bhakti Praja, baru-baru ini.

Purnomo Nugroho pada kesempatan tersebut menyampaikan bahwa penyerahan konsentrator oksigen kepada pihak rumah sakit sebagai wujud antisipasi adanya lonjakan kasus Covid-19, mengingat Rumah Sakit adalah ujung tombak dalam penangananan Covid-19 di Kabupaten/ Kota.

“Beberapa bulan lalu, Indonesia sempat mengalami lonjakan kasus harian Covid-19 sehingga terjadi kelangkaan oksigen. Meski kini sudah melandai, Djarum Foundation melakukan inisiatif memberikan bantuan ini, sebagai antisipasi jika ada varian baru agar kejadian serupa tidak terulang lagi,” kata dia seperti dirilis Demakkab.go.id.

Sementara itu Bupati Demak dr Hj Eisti’anah SE menyampaikan terima kasih kepada pihak Djarum Foundation, atas pemberian bantuan konsentrator oksigen sebagai wujud nyata dalam penanggulangan Covid-19

“Saya atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Demak, mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Djarum Foundation atas berbagai bantuan yang telah diserahkan kepada Pemerintah Kabupaten Demak. Semoga sinergitas ini tetap terjalin baik untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat terutama dalam bidang kesehatan” jelasnya.

Meskipun Kabupaten Demak masuk kategori daerah dengan PPKM level 2, Bupati Demak mengajak seluruh pihak untuk tetap menegakkan protokol kesehatan. Kondisi yang sudah mulai membaik, jangan sampai membuat terlena dan lengah sehingga meminimalisir adanya hal-hal yang tidak diinginkan. Selain itu, upaya pencegahan Covid-19 telah dilakukan oleh Pemkab Demak melalui percepatan vaksinasi.

Sebagai informasi Djarum Foundation mendonasikan 1.000 unit konsentrator oksigen untuk Kementerian Perindustrian RI serta sejumlah rumah sakit di wilayah Jawa Tengah dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Konsentrator oksigen adalah jenis perangkat medis yang digunakan untuk menyuplai oksigen ke pasien dengan gangguan pernapasan. Alat ini hanya bisa digunakan dengan pengawasan serta resep dari dokter.

Cara kerjanya dengan menghilangkan nitrogen dari udara dan menghasilkan oksigen murni hingga 96%. Sebagai referensi, udara ruangan mengandung 80% nitrogen dan 20% oksigen.

Dengan konsentrator oksigen, kandungan udara akan berubah melalui proses penyaringan. Ada dua filter atau saringan dalam satu mesin. Satu untuk mengambil udara dari luar. Saringan berikutnya untuk mengalirkan oksigen ke pasien.

Sementara itu terkait antisipasi terjadinya gelombang ketiga yang diramalkan para pakar akan terjadi akhir tahun, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo juga telah meminta para bupati dan wali kota, untuk bersiap menghadapi libur panjang Natal dan Tahun Baru.

“Menghadapi (libur panjang) Natal dan tahun baru (Nataru), Kemenko Marinves juga sudah bicara dengan kita, mulai kita sosialisasikan agar jangan sampai ada gelombang ketiga klaster Nataru,” kata Ganjar.

Salah satu langkah antisipasi, lanjut Ganjar, yakni dengan menggenjot vaksinasi. Selain itu, Ganjar juga meminta pada para kepala daerah di wilayahnya untuk tidak mengendorkan pengawasan.

“Saya sampaikan kepada kawan-kawan para Bupati Wali Kota, agar di antara mereka juga tidak lengah terhadap pengawasan masyarakat. Masker yang paling utama nih nggak boleh dicopot,” tegasnya.

Ganjar mengatakan, antisipasi dengan menggencarkan sosialisasi terkait prokes harus dimulai dari sekarang. Agar saat libur panjang nanti, masyarakat tetap bisa beraktivitas dengan aman. (HS-08)

Share This

Ini Pengakuan Mantan Kades Pencuri Mobil Pengangkut Sampah Milik Desa di Kendal

Nila Salin Jadi Andalan Investasi Kabupaten Pati