Antisipasi Klaster Baru Covid-19, Pemkab Gelar Rakor Protokol Kesehatan di Pilkada Kendal

 

Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur saat memimpin Rapat Koordinasi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19 bersama pihak TNI-Polri, Tim Gugus Tugas, termasuk KPU di ruang Ngesti Widhi, Kamis (17/9/2020).

 

HALO KENDAL – Dalam rangka membendung pertumbuhan klaster baru saat Pilkada Kendal 2020, Pemerintah Kabupaten Kendal menggelar Rapat Koordinasi Penegakan Hukum Protokol Kesehatan Covid-19 bersama pihak TNI-Polri, Tim Gugus Tugas, termasuk KPU di ruang Ngesti Widhi, Kamis (17/9/2020).

Di samping membahas tentang antisipasi pertumbuhan klaster baru di Pilkada Kendal, rapat yang dipimpin Wakil Bupati Kendal, Masrur Masykur tersebut, juga membahas terkait denda administrasi yang akan diterapkan sesuai Perbup 67/2020.

“Karena sampai saat ini masih dilakukan kajian lebih dalam, terutama dalam mekanisme penerapannya. Apalagi tahun ini akan segera dilaksanakan pesta demokrasi atau Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) pada akhir tahun 2020,” jelas Masrur Masykur dalam sambutannya.

Dijelaskan, saat ini situasi yang ada terbilang kritis. Konsolidasi ini penting untuk menekan pertumbuhan klaster baru dan mengetahui perkembangan peta penyebaran Covid-19.

“Intinya bagaimana agar pertumbuhan klaster ini tidak bertambah, kita tentu harus lebih waspada,” tandas Wakil Bupati Kendal.

Menurutnya, hal ini yang mendasari dilakukannya rapat koordinasi dengan beberapa pihak, dari Tim Gugus Tugas, Dinas Kesehatan, serta KPU sebagai penyelenggara Pemilu.

“Kita meminta KPU untuk mencoba menerangkan protokol kesehatan yang akan diterapkan dalam pilkada nantinya,” pintanya.

Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Kendal, Hevy Indah Oktaria mengatakan, pihaknya telah menjelaskan beberapa tahapan protokol kesehatan yang akan diterapkan selama Pilkada Kendal 2020.

Menurutnya tahapan baik dari masa kampanye, debat, hingga pemilihan, akan dilaksanakan sesuai protokol kesehatan dan aturan KPU.

“Dalam penjabaran, kami telah menyiapkan beberapa sekenario, di antaranya pembatasan tamu undangan dan yang menjadi fokus utama adalah protokol dalam pencoblosan,” terangnya.

Dikatakan, dalam menerapkan protokol saat pencoblosan, pihaknya akan memberikan penjadwalan waktu mencoblos.

“Kami akan memberikan sarung tangan sekali pakai, pemberian tinta tidak dicelup namun ditetes, warga wajib cuci tangan, dan melewati pengecekan suhu.Ssecara keseluruhan kami akan meminimalisir adanya kontak secara langsung,” ungkap Hevy.

Sementara terdapat juga laporan dari Dinas Kesehatan Kendal yang menerangkan bahwa perkembangan Covid-19 di Kendal sempat mengalami puncak kasus pada bulan Agustus. Namun terdapat pula kecamatan yang telah bersih dari kasus Covid-19.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.