in

Antisipasi Kepanikan Masyarakat Atas Rencana Kenaikan BBM dan Gas

Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko.

HALO SEMARANG – Pemerintah berencana menaikkan harga Liquefied Petroleum Gas (LPG) subsidi tabung 3 kilo gram (kg) dan Bahan Bakar Minyak (BBM) jenis RON 90 alias Pertalite.
Meski belum disebutkan kapan pastinya, namun Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan dan juga Menteri Koordinator Bidang Perekonomian Airlangga Hartarto mengatakan, bahwa pemerintah tengah mengkaji kenaikan harga Pertalite dan LPG 3 kg dan kalau pun dinaikkan, maka akan dilakukan secara bertahap.

Menanggapi hal ini, Wakil Ketua DPRD Jateng, Heri Pudyatmoko menegaskan, pemerintah perlu mewaspadai dampak atas kebijakan tersebut. Menurutnya rencana kenaikan harga Pertalite dan gas melon atau elpiji ukuran 3 Kg berpotensi menyulut kepanikan berbelanja. Kemudian, ini berisiko menyebabkan kelangkaan di masyarakat.

“Kelangkaan Pertalite di berbagai SPBU barangkali merupakan panic buying setelah mengetahui isu tersebut,” katanya, Minggu (10/4/2022).

Dia berharap harga Pertalite dan gas melon tidak dinaikkan dalam waktu dekat. Pemerintah perlu menunggu sampai harga minyak dunia sudah mencapai keseimbangan pasar.

“Kenaikan Pertalite dan gas melon akan menaikkan inflasi dan makin memperburuk daya beli masyarakat serta memperberat beban rakyat, terutama rakyat miskin,” ujarnya.

Dosen Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) Undip, Wahyu Widodo mengatakan, sebenarnya kenaikan harga tersebut konsekuensi dari mekanisme pasar. Sebab, harga Bahan Bakar Minyak (BBM) di Indonesia mengikuti harga minyak mentah dunia.

“Sejak awal 2022 sebenarnya Pertalite resmi menggantikan Premium sebagai jenis BBM yang masih menerima subsidi. Hanya saja, kenaikan harga minyak mentah yang sangat tinggi menjadikan subsidi yang diberikan tidak cukup, dan solusinya adalah menaikkan harga Pertalite,” terangnya, Minggu (10/4/2022).

Lalu, kata dia, yang sering dikeluhkan masyarakat adalah jika harga minyak mentah naik, penyesuaian kenaikan harga cepat dilakukan oleh pemerintah, tetapi ketika harga minyak mentah anjlok, seringkali harga BBM lambat ikut turun.

“Besaran kenaikan harus dipertimbangkan betul. Agar tidak terlalu membebani masyarakat yang saat ini memang menghadapi kenaikan harga hampir seluruh barang akibat ketidakpastian global, terutama dipicu krisis perang Rusia-Ukraina,” pungkasnya.

Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Perekonomian (Menko Perekonomian), Airlangga Hartarto mengatakan, pemerintah masih melakukan kajian terhadap harga BBM jenis Pertalite maupun harga LPG ukuran tabung 3 kg itu. Ia pun memastikan kalau pemerintah belum akan menaikkan harga Pertalite maupun elpiji 3 kg dalam waktu dekat.

Hal itu disampaikan Airlangga menjawab pertanyaan wartawan perihal rencana kenaikan Pertalite dan elpiji 3 kg seusai mengikuti sidang kabinet paripurna tentang antisipasi situasi dan perkembangan ekonomi dunia di Istana Negara, Jakarta, Selasa (5/4/2022).

“Saat sekarang kita masih mengkaji. Setelah kita kaji, kita akan umumkan. Tetapi saat sekarang belum,” kata Airlangga.(Advetorial-HS)

Arab Saudi Tetapkan Kuota Haji Sejuta Jemaah, Indonesia Finalisasi Persiapan

Sekolah Inklusi di Kendal Terima Bantuan Donasi dari Charity Run Ultra Marathon