in

Antisipasi Kekeringan, BPBD Kota Semarang Siapkan Cadangan Air Bersih 1,5 Juta Liter

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto saat memaparkan materi dalam dialog bersama jajaran DPRD Kota Semarang dan PDAM Tirta Moedal di Hotel Grand Edge Semarang, baru-baru ini.

HALO SEMARANG – Guna mengantisipasi bencana kekeringan saat musim kemarau tahun ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang telah menyiapkan cadangan air bersih sebesar 1,5 juta liter. Pasokan air bersih tersebut akan didistribusikan ke daerah rawan bencana kekeringan maupun saat dibutuhkan untuk dukungan apabila terjadi bencana lainnya.

Kepala BPBD Kota Semarang, Endro P Martanto menjelaskan, dari cadangan air bersih 1,5 juta liter itu sampai saat ini baru terserap 150.000 liter. Atau sebanyak 30 truk tangki yang telah didroping kepada warga.

“Kalau satu truk tangki kapasitas 5000 liter, baru sekitar 150.000 liter yang sudah didistribusikan. Jadi masih ada persediaan yang cukup untuk cadangan air bersih. Sehingga masyarakat tidak perlu panik, dan diperkirakan persediaan air bersih ini masih cukup untuk kebutuhan warga sampai Desember mendatang,” jelasnya, Selasa (18/6/2024).

Pihaknya saat ini telah memetakan sebanyak empat daerah atau kecamatan yang rawan kekeringan saat memasuki musim kemarau di Kota Semarang.

“Yakni di Kecamatan Banyumanik (Jabungan), Tembalang (Mangunharjo dan Rowosari), Kecamatan Ngaliyan (Wonosari) dan Kecamatan Gunungpati (Cepoko). Sedangkan satu wilayah lagi yang juga terpantau yakni di Kecamatan Genuk, namun sampai saat ini kondisinya masih relatif aman,” katanya.

Endro mengimbau saat memasuki musim kemarau ini, warga untuk tetap waspada potensi terjadinya bencana. Baik itu kekeringan maupun ancaman bencana kebakaran dan cuaca ekstrem yang masih sering terjadi karena masa peralihan musim hujan ke kemarau.

“Kejadian pohon tumbang, angin kencang, terutama saat peralihan musim saat sekarang ini, meski cuaca kadang nampak cerah, tapi sore menjelang malam hari turun hujan deras, sehingga warga perlu mengetahui dan memantau update cuaca dari BMKG. Lalu, jika ada kejadian bencana di lingkungan, kami minta warga tidak usah panik, segera untuk melaporkan kejadian itu ke pak RT sampai pak Lurah, karena banyak laporan kejadian di masyarakat informasinya dari pak lurah atau pak camat yang sampai ke kami. Makin cepat laporan ke kami maka akan makin cepat ditangani,” paparnya.

Ancaman lain saat musim kemarau ini, lanjut Endro, adalah kebakaran dan perlu diwaspadai.

“Upayakan jika meninggalkan rumah dicek dulu jangan ada kompor yang masih keadaan menyala, semua kondisi aliran listrik rumah, dan jangan membakar sampah sembarangan,” pungkasnya. (HS-06)

Tanggul Laut Dan Kampung Bahari Tambaklorok Diproyeksikan Jadi Destinasi Wisata Baru

PSIS Lepas Taisei Marukawa