in

Antisipasi Kekeringan, BPBD Bangun Sumur Bor di Mangunharjo dengan Anggaran Rp 154 Juta

Ilustrasi kekeringan.

 

HALO SEMARANG – Upaya untuk mengantisipasi bencana kekeringan di beberapa wilayah di Kota Semarang saat musim kemarau, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang akan membangun sumur bor untuk membantu air bersih bagi warga terdampak. Pada tahun 2021 ini, BPBD Kota Semarang akan membangun sumur bor di Kelurahan Mangunharjo, Kecamatan Tembalang.

Sekretaris Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang, Winarsono mengatakan, pada tahun 2021 ini pihaknya akan membangunkan sumur bor di Kelurahan Mangunhargo, Tembalang. Untuk biaya pembangunan sumur bor dianggarkan dari APBD Kota Semarang sekitar Rp 154 juta.

“Dalam waktu dekat ini akan mulai kita bangun, semoga bisa rampung tahun 2021 ini juga. Kalau tahun 2020 lalu, kami dibantu BBWS yang bangunkan sumur bor untuk warga di wilayah Rowosari,” katanya, Senin (27/9/2021).

Sementara itu, Wakil Ketua DPRD Kota Semarang, Muhammad Afif menanggapi terkait antisipasi BPBD Kota Semarang untuk bencana kekeringan saat musim kemarau untuk warga di Mangunharjo, Tembalang tahun 2021.

Menurut Afif, di Kota Semarang memang ada daerah yang memang ketika musim kemarau panjang diprediksi akan berdampak pada kekeringan, selain bencana banjir dan tanah longsor pada musim hujan. Oleh karena itu Pemerintah kota Semarang dalam hal ini BPBD harus menyiapkan langkah-langkah antisipasi untuk menghadapinya.

Di antaranya yang harus dilakukan, salah satunya jika terjadi bencana kekeringan, kata Afif dengan membuat sumur bor sehingga ketersediaan air terpenuhi dari bawah tanah.

“Prinsipnya kami dari DPRD menyetujui dengan beberapa catatan. Yakni sebelum pembuatan sumur bor harus dilakukan kajian mendalam tentang uji kelayakan, ketepatan dan perlu dipertimbangkan juga dampak positif dan negatifnya di wilayah tersebut. Misalkan keberadaanya, apakah mengganggu atau mematikan sumber air sumur-sumur manual yang sudah ada di wilayah tersebut,” katanya.

Lalu, lanjut Afif, pembuatan atau pembangunan sumur bor diprioritaskan untuk daerah rawan kekeringan yang belum terjangkau saluran PDAM.

“Selanjutnya, pembuatan sumur oleh pemerintah Kota Semarang nantinya bisa digunakan untuk masyarakat umum di sekitar. Tidak hanya dikuasai atau dimonopoli oleh seseorang saja, keluarga dan kelompok tertentu, sehingga memang dimanfaatkan untuk masyarakat umum, paling tidak dalam satu Rukun Wilayah (RW) setempat,” pungkasnya.(HS)

Share This

Warga Kurang Mampu Terima Program Beras Gratis dari ACT Jateng

Taj Yasin Optimistis Tim Bulu Tangkis Raih Empat Emas PON Papua