Antisipasi Kecolongan Pemudik, Ganjar Mulai Efektifkan Titik Penyekatan

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dalam rakor Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 di Daerah, secara daring dari Ruang Rapat Gedung A, Senin (3/5). Rapat dipimpin oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian. (Foto : Dok Humas Jateng)

 

HALO SEMARANG – Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo kembali meminta dengan tegas, agar warganya yang berada di luar daerah, untuk tidak mudik tahun ini.

Ganjar juga telah berkomunikasi dengan pemerintah daerah tetangga, untuk lebih ketat dalam melakukan penyekatan di perbatasan.

Hal itu disampaikan Ganjar, di Ruang Rapat Gedung A, Senin (3/5), seusai mengikuti Rakor Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 di Daerah, secara daring. Rapat dipimpin oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian.

- Advertisement -

“Ada beberapa yang musti kita cermati. Pertama semua harus dalam narasi yang sama, tidak mudik. Titik. Nggak ada komanya,” tegas Ganjar.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo, dalam rakor Penegakan Disiplin Protokol Kesehatan dan Penanganan Covid-19 di Daerah, secara daring dari Ruang Rapat Gedung A, Senin (3/5). Rapat dipimpin oleh Mendagri Muhammad Tito Karnavian. (Foto : Dok Humas Jateng)

 

Untuk itu, Ganjar mengatakan pihaknya mulai mengefektifkan titik-titik penyekatan. Sebab tak dipungkiri, lanjut Ganjar, banyak yang bocor alias nekat mudik. Melalui Sekda, dirinya juga meminta untuk berkomunikasi dengan Pemprov lain.

“Termasuk kemarin Pak Sekda juga sudah berkomunikasi dengan Sekda DKI. Terkait dengan banyaknya pemudik, yang ketika naik angkutan umum, khususnya bis, tidak berangkat dari terminal. Mereka ini berangkatnya dari pool. Nah yang dari pool itu, tidak ada yang dites,” jelasnya.

Kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Pati, kata Ganjar, harus jadi pembelajaran. Sebab awal mula klaster di Pati, adalah seorang warga yang nekat mudik dan menggelar acara.

“Maka koordinasi hari ini adalah, kita melakukan penjagaan dan sekali lagi kita mohon dukungan dari masyarakat untuk tidak mudik dulu,” tegasnya.

Tak hanya Pati, Ganjar menyebut beberapa daerah lain juga jadi perhatian antara lain Banyumas, Purbalingga, hingga Cilacap.

“Nah kita juga mengawasi beberapa daerah yang mengalami peningkatan. Rasa-rasanya, hari ini musti kita waspada betul, karena sepertinya masih ada yang bersikeras untuk mudik,” kata dia. (HS-08)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.