Antisipasi Dampak Ekonomi Akibat Pandemi, Ibu-ibu di Pegandon Diberi Pelatihan Membuat Wingko Puhung

Para ibu-ibu di Kelurahan Pegandon diajari membua wingko puhung.

 

HALO KENDAL – Pusat Kegiatan Belajar Masyarakat (PKBM) Bina Warga Pegandon mengadakan pelatihan membuat wingko dari bahan puhung (singkong) dan aneka olahan singkong lainnya.

Kegiatan yang menyasar ibu-ibu ini merupakan Program Peningkatan Kualitas Hidup Perempuan (PKPH), sehingga pesertanya khusus kaum perempuan usia produktif.

Pelatihan ini sekaligus untuk menyiasati dampak ekonomi akibat pandemi corona. Diharapkan dengan keahlian membuat wingko puhung, para ibu rumah tangga ini bisa mengembangkannya keahlian membuat kue untuk membantu ekonomi keluarga.

Ketua PKBM Bina Warga Pegandon, Maftukhin mengatakan, program PKPH ini diikuti 30 peserta yang dilaksanakan di Ruang Praktik SMK PGRI Pegandon, Senin (14/9/2020).

“Jenis olahan singkong yang dibuat yaitu wingko puhung, bolu kukus singkong, puding singkong, dan cake singkong. Kami memilih olahan dari singkong, karena tanaman singkong di sekitar cukup banyak dan mudah didapatkan,” terangnya.

Maftukhin berharap, setelah pelatihan ini peserta yang sebagian besar ibu rumah tangga ini diharapkan bisa menjadi pionir UMKM bagi ibu-ibu rumah tangga lainnya.

“Dengan keterampilan membuat kue, maka bisa dijadikan bekal untuk membuka usaha sampingan di rumah. Sehingga bisa menambah penghasilan,” jelasnya.

“Untuk membantu penjualannya, nanti ada rencana membuat lapak-lapak kuliner,” imbuhnya.

Sementara itu salah satu peserta, Jaziroh mengatakan, olahan singkong seperti wingko puhung, bolu, puding, dan cake merupakan olahan yang banyak digemari masyarakat, sehingga mudah menjualnya.

Di samping itu, menurut Jaziroh, makanan berbahan singkong juga memiliki nilai gizi yang bagus.

“Walaupun berbahan singkong, namun dibuat dengan campuran yang tepat, sehingga rasanya enak dan tampilannya juga menarik,” ungkapnya.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.