Antisipasi Bencana, Polisi Di Blora Pantau Penyebrangan Tradisional Bengawan Solo

Petugas Polsek Polsek Kedungtuban, saat berpatroli menyampaikan sosialisasi kewaspadaan bahaya banjir, pada penyedia saja perahu penyeberangan Sungai Bengawan Solo, di Desa Jimbung, Kecamatan Kedungtuban, Kabupaten Blora. (Foto : Tribratanews.jateng.polri.go.id)

 

HALO BLORA – Polsek Kedungtuban, Polres Blora, mengingatkan para penyedia jasa perahu penyebarangan Sungai Bengawan Solo di Desa Jimbung, Kecamatan Kedungtuban untuk waspadai peningkatan debit air.

Jika hujan deras dan debit air meningkat, sebaiknya aktivitas penyeberangan tersebut ditunda atau dihentikan. Jangan sampai pada saat menyeberangkan warga, banjir tiba-tiba datang dan timbul korban.

Hal itu disampaikan Kapolsek Kedungtuban Polres Blora, AKP Sujiharno, berkaitan dengan aktivitas penyebarangan di tempat itu.

Meskipun sudah ada jembatan baru penghubung Jateng – Jatim di wilayah kecamatan Kradenan. Jalur penyeberangan tradisional Kiringan masih beroperasi dan masih banyak dimanfaatkan oleh warga.

Jalur penyeberangan tradisional Kiringan ini, adalah alternatif penghubung bagi warga Desa Jimbung, Kecamatan Kedungtuban Kabupaten Blora, dengan dukuh Kiringan desa Mojorejo, Kecamatan Ngraho, Kabupaten Bojonegoro, Jawa Timur.

Karena jika melalui jalur darat, maka waktu tempuh akan lebih lama dan memakan biaya lebih mahal.

Persoalan yang muncul, pada musim hujan, debit air Bengawan Solo sering meningkat. Bukan hanya akibat hujan deras di wilayah Kedungtuban, tetapi bias juga merupakan kiriman dari wilayah hulu.

Pada saat semacam itu, aktivitas penyeberangan tersebut bisa menjadi berbahaya. Karena itulah Polsek Kedungtuban senantiasa mengingatkan warga dan penyedia jasa penyeberangan, untuk berhati-hati. Polsek juga mengirimkan personel, untuk melakukan patrol menyambangi tempat itu.

Selain untuk mengingatkan warga, petugas juga untuk mengantisipasi gangguan kamtibmas.

“Kami imbau agar selalu hati hati, dan memperhatikan kapasitas penumpang, jangan terlalu dipaksakan karena bisa membahayakan keselamatan,” ucap Kapolsek Kedungtuban, seperti dirilis Tribratanews.jateng.polri.go.id.

Kepada petugas, Marno, warga Desa Jimbung pengguna jasa penyeberangan itu, kemarin mengaku lebih merasa aman dengan kehadiran petugas kepolisian di lokasi penyeberangan.

“Tentunya masyarakat merasa lebih tenang dengan kehadiran petugas, apalagi dimusim hujan seperti ini, harapannya tidak terjadi bencana,” kata Marno.Bripka Arip Nirwanto, SH. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.