in

Antisipasi Banjir saat Musim Hujan, Ini yang Dikerjakan DPU

Lahan warga yang terkena proyek normalisasi Sungai Beringin sudah dibebaskan dan diratakan dengan tanah untuk proyek guna antisipasi banjir di wilayah Mangkang, Kota Semarang.

 

HALO SEMARANG – Awal memasuki musim hujan tahun 2021, beberapa hari terakhir intensitas hujan cukup tinggi mulai mengguyur Kota Semarang. Di beberapa wilayah, biasanya banjir menjadi momok masyarakat saat musim hujan.

Pemerintah Kota Semarang melalui Dinas Pekerjaan Umum (DPU) telah melakukan antisipasi sejak jauh hari, agar dampak banjir tak membuat masalah bagi masyarakat.

Kasie Pengelolaan dan Pengembangan Drainase Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Mochamad Hisam Ashari mengatakan, untuk mengantisipasi terjadinya banjir atau genangan memasuki musim hujan tahun 2021 ini, pihaknya telah melakukan pengerukan sedimen dan lumpur di beberapa saluran air, terutama di wilayah yang berpotensi menimbulkan banjir atau genangan.

Pengerukan sedimen sudah dilakukan sejak musim kemarau atau sudah sekitar empat bulan lalu dan kini masih terus berjalan.

Sejauh ini, kata dia, ada 16 saluran air yang telah dikeruk. Di antaranya saluran Wolter Monginsidi, Sringin Lama, Penggaron Lor, saluran Brigjend Sudiarto. Lalu, Tlogomulyo, Genuk Indah, Tawangsari, Anjasmoro, Wana Mukti, dan Meteseh.

“Kemudian, pengerukan sedimen juga telah dilakukan di Kali Seruni, Kali Asin, Kali Semarang ruas Lodan Raya, Kali Semarang ruas Bandarharjo, kantong lumpur Veteran, dan kantong lumpur Sriwijaya. Itu yang sudah kami keruk menggunakan alat berat. Di samping itu, kami melakukan pengerukan manual di sejumlah saluran air lainnya,” terang Hisam, baru-baru ini.

Menurutnya, pengerukan sedimen di saluran besar dan sungai yang lebarnya dua meter atau lebih dilakukan menggunakan alat berat. Sedangkan saluran kecil yang tidak dapat dijangkau menggunakan alat berat, petugas DPU melakukan pengerukan secara manual. Sudah lebih dari 50 saluran yang dilakukan pengerukan secara manual.

“Kalau aksesnya kecil, seperti di wilayah Tlogosari, kami tidak bisa menjangkau dengan alat berat karena manuvernya susah. Petugas langsung turun ke saluran, bawa ember untuk mengeruk secara manual,” imbuhnya.

Tak hanya saluran, DPU juga melakukan pengerukan di sejumlah embung, antara lain di Muktiharjo, Meteseh, Untung Suropati, dan Gatot Subroto. Embung ini menjadi tempat penampung sementara saat musim hujan, sehingga perlu dilakukan pengerukan agar dapat menampung air secara maksimal.

“Selain pengerukan dalam rangka menghadapi musim hujan, kami sebenarnya juga rutin melakukan pembersihan saluran dari sampah. Tiap hari, petugas kami melakukan pembersihan karena sampah mengakibatkan gangguan aliran,” terangnya.

Hisam melanjutkan, DPU Kota Semarang juga telah merehab sejumlah talut yang sempat jebol akibat banjir pada musim hujan lalu. Diakuinya, banjir yang terjadi di Kota Semarang pada musim hujan lalu cukup membuat banyak tanggul jebol. Setidaknya, sudah ada sekitar 60 titik tanggul yang diperbaiki selama 2021 ini.

Sebelumnya, Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, pemkot telah menormalisasi sejumlah saluran dan selokan. Antisipasi sudah dilakukan pemkot sejak awal tahun 2021.

Dia berharap, pengerukan sedimentasi dan sampah yang telah dilakukan bisa mengantisipasi banjir di Kota Lumpia.

Insya-Allah semua sudah berproses. Mudah-mudahan bisa mengantisipasi banjir,” ucap Hendi, sapaan akrab Wali Kota Semarang.

Selain antisipasi banjir, pihaknya juga mengantisipasi potensi tanah longsor saat musim hujan. Pemkot Semarang telah memperbaiki semua talut di titik yang pernah terjadi tanah longsor.(HS)

Share This

Petugas Gabungan Sosialisasi PeduliLindungi di Simpang Trio Magelang

Kominfo Minta Masyarakat Untuk Segera Beralih Ke TV Digital