in

Antipasi Kenaikan Kasus Covid-19, Bupati Pastikan Ketersediaan Oksigen Di Kendal Aman

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto didampingi Plt Direktur RSUD, dr Budi, saat meninjau ketersediaan oksigen di RSUD dr Soewondo Kendal, Senin (2/8/2021).

 

HALO KENDAL – Bupati Kendal, Dico M Ganinduto memastikan ketersediaan oksigen di Kabupaten Kendal tercukupi dan aman. Hal tersebut disampaikan oleh Dico kepada wartawan, saat monitoring oksigen di RSUD dr Soewondo Kendal, Senin (2/8/2021).

“Hari ini saya meninjau RSUD dalam rangka memastikan ketersediaan oksigen. Karena ini sudah menjadi isu nasional, bahwa banyak daerah yang kekurangan oksigen,” terangnya.

Dico menambahkan, secara kondisi di pandemi Covid-19 ini, pasien tertular Covid-19 di Kendal sudah menurun jumlahnya. Dengan prosentase di bawah 50 % standar aman dari WHO.

“Tapi kendati demikian, kita memastikan cadangan oksigen di Kabupaten Kendal, khususnya di RSUD ini harus aman,” imbuhnya.

Dico menegaskan, monitoring dilakukan untuk memastikan oksigen di Kendal benar-benar aman. Harapannya jika ada lonjakan kasus lagi bisa diantisipasi.

Alhamdulillah ketersediaan oksigen di RSUD ini juga relatif baik, suplainya juga aman. Ya ini kita pastikan ke depan jangan sampai ada kekurangan-kekurangan oksigen. Karena ini sangat vital. Nah setelah kita cek, ke depan mungkin akan kita tambah kapasitasnya,” jelasnya.

Terkait jaminan ketersedian oksigen di rumah sakit lain Kabupaten Kendal, Dico menambahkan, hal ini sudah dikoordinasikan dengan pimpinan-pimpinan rumah sakit yang ada di Kendal.

“Kami ada grup yang membahas permasalahan oksigen ini. Alhamdulillah aman. Kendalanya, rata-rata stoknya hanya cukup dua sampai tiga hari. Itu yang ditakutkan para pimpinan rumah sakit,” imbuhnya.

Sebagai penutup Dico juga mengungkapkan, Pemkab Kendal telah berkomunikasi dengan pabrik oksigen di Kaliwungu. “Kami terus berkoordinasi dengan pabrik oksigen di Kaliwungu, untuk memastikan ketersediaan oksigen di Kendal tercukupi,” tukasnya.

Sementara itu, Plt Direktur RSUD dr Soewondo Kendal, dr Budi Mulyono menambahkan, stok oksigen di RSUD bisa untuk tiga hari ke depan.

“Selama tiga hari itu ada tambahan-tambahan terus, tambahan stok. Sehingga setiap tiga hari, kita isi ulang,” jelasnya.

Budi menambahkan, bentuk dari oksigen ada yang berbentuk liquid, juga ada yang tabung.

“Liquid itu yang untuk sentral, kalau yang tabung biasanya untuk IGD atau yang untuk injeksi,” imbuhnya.

Budi juga menyampaikan, di saat lonjakan Covid-19 kemarin, kebutuhan oksigen dalam sehari sebanyak 2.000 meter kubik/perhari.

“Kalau sekarang, kebutuhan di angka 1.000 sampai 1.500 meter kubik saja untuk setiap harinya,” pungkasnya.(HS)

Share This

Mahasiswa 4 Universitas di Semarang Hibur Warga di Pusat Isolasi Covid-19

Emas Pertama Indonesia Dari Bulu Tangkis