in

Anjloknya Harga Telur, Bupati Imbau ASN Untuk Aksi “Borong Telur”

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto berdiskusi dengan Paguyuban Peternak dan Koperasi Unggas di Kabupaten Kendal, Jumat (1/10/2021).

 

HALO KENDAL – Para peternak di Kabupaten Kendal mengeluhkan merosotnya harga telur. Mereka merasa, harga telur di pasaran tidak sebanding dengan harga pakan yang melambung.

Hal tersebut disampaikan Ketua Paguyuban Peternak Kendal, Suwarno, saat audensi dengan Bupati Kendal, di Lapas Pemuda Kelas IIB di Plantungan, Jumat (1/10/2021).

Dengan kondisi demikian, ia mengatakan bahwa di kalangan peternak terjadi berbagai sikap. Di satu sisi ada yang masih mampu bertahan, sementara yang lainnya merugi dan bangkrut.

“Kami pasrah dengan kondisi ini. Kami tak bisa berbuat apa-apa menyikapi penurunan harga telur di pasaran. Kami minta pemerintah mencarikan solusi turunnya harga telur ini,” ungkapnya.

Lebih jauh ia menyatakan, rendahnya harga yang ada di pasaran tersebut, juga berimbas pada peternak mandiri yang sifatnya usaha kecil atau UMKM.

“Peternak kecil banyak yang bangkrut. Bahkan kandang-kandang juga mau dijual usahanya,” ujarnya.

Diungkapkan, harga acuan yang ditetapkan dalam Peraturan Menteri Perdagangan sudah tak tepat untuk menyikapi keadaan saat ini.

“Hari ini harga telur di peternak masih di angka Rp 16.000 perkilogram dari harga normal Rp 21.000 perkilogramnya. Bulan kemarin harga telur malah jatuh hingga Rp 15.000 perkilogramnya di tingkat peternak,” terangnya.

Suwarno menambahkan, cara peternak untuk menyiasati keadaan ini di antaranya dengan mengurangi jumlah ayam dengan harapan jumlah pakan yang diberikan juga berkurang.

“Karena jumlah pakan yang diberikan dengan harga pakan saat ini sedang tinggi akan menyebabkan tingkat kerugian bertambah besar,” katanya.

Hal itu dilakukan untuk mengurangi risiko yang harus ditanggung oleh para peternak. Apalagi bagi peternak yang sifatnya adalah sewa lahan ternak atau meminjam modal.

“Karena biaya pakan dengan jumlah populasi besar ibarat argometer taksi, membuat menumpuk utang yang berisiko penyitaan farm,” tutur Suwarno.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengatakan, kondisi pandemi berimbas pada rendahnya serapan hasil panen telur ayam.

Kondisi yang tidak menguntungkan seperti saat ini, kata Dico, menjadi konsen Pemerintah Daerah untuk memberikan solusi-solusi tepat.

“Kami akan segera menindaklanjuti penurunan harga telur dengan beberapa langkah yang telah dipersiapkan. Mudah-mudahan dengan mengkomunikasikan permasalahan yang ada dengan pemerintah pusat ada solusi tepat kapada mereka,” ungkapnya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati bersama Forkopimda dan para kepala dinas yang hadir memborong semua produk telur yang dibawa oleh paguyuban peternak.

Selain itu dirinya juga akan mengeluarkan surat imbauan kepada Aparatur Sipil Negara (ASN) di lingkungan Pemda setempat, untuk melakukan aksi membeli telur ayam ras dari peternak lokal.

“Hal ini bertujuan menyerap kelimpahan pasokan akibat turunnya daya beli masyarakat di PPKM. Karena di tengah pandemi, kita harus kuat dengan asupan protein tinggi,” tukas Dico.(HS)

Share This

Pembagian 16.110 Botol Hand Sanitizer Non-Alkohol Maba UPGRIS Pecahkan Rekor

Semangati Tim Sepak Bola Jateng, Ganjar Justru Disambut Suporter Jatim