Anjloknya Harga Hasil Panen Dikeluhkan Petani Kendal

Pengelolaan hasil panen oleh petani di Kendal.

 

HALO KENDAL – Petani di Kendal mengeluhkan anloknya harga gabah dari hasil panen saat ini. Selain harga hasil panen turun, produksi juga turun akibat cuaca yang kurang baik.

Bahkan beberapa wilayah Kendal juga terdampak banjir beberapa waktu lalu.

Ditambah lagi, dengan naiknya harga pupuk bersubsidi, ketika masih masa tanam akibat adanya kelangkaan pupuk.

Salah seorang pedagang gabah di Patebon, Zaeni mengatakan, pada masa panen kali ini harga gabah bersih per kuintal hanya sekitar Rp 300 ribu.

“Padahal harga normal biasanya di atas Rp 400 ribu per kuintal. Produksi hasil panen juga menurun, hanya sekitar 5 ton per hektare,” ungkapnya, Minggu (7/3/2021).

Padahal menurutnya, jika dalam kondisi normal bisa mencapai tujuh ton per hektare.

“Petani benar-benar rugi, selain harga gabah terjun bebas, hanya Rp 300 ribu per kuintal, hasil panen juga turun, belum lagi harga pupuk bersubsidi sangat mahal,” kata Zaeni.

Sementara menurut Sunarto, petani di Desa Jambearum, Kecamatan Patebon mengatakan, turunnya produksi panen tanaman padi kali ini, karena pengaruh cuaca yang tak menentu, bahkan sering banjir.

Akibatnya, berpengaruh pada kualitas gabah yang dihasilkan menjadi kurang bagus.

“Hasil panen turun karena sering hujan, tanaman padi juga kena banjir, jadi kualitas tidak baik,” jelasnya.

Dikatakan, saat ini di Kabupaten Kendal memang sedang masa panen.

“Banjir yang terjadi beberapa waktu lalu, mengakibatkan tanaman padi yang terkena banjir mengalami kerusakan. Itu yang berpengaruh terhadap kualitas panenan,” pungkas Sunarto.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.