in

Angkringan Widoro, Dari Lahan Mangkrak Jadi Tempat Kuliner Kekinian

Angkringan Widoro di Desa Ketandan, Kecamatan Klaten Utara. (Foto : Klatenkab.go.id)

 

HALO KLATEN – Terletak di Desa Ketandan, Kecamatan Klaten Utara, Angkringan Widoro menjadi alternatif wisata kuliner di batas kota sisi timur Klaten. Dengan mayoritas vanue berupa outdoor, Angkringan Widoro menghadirkan sensasi piknik di kebun belakang rumah.

Seperti layaknya pekarangan rumah di perdesaan, terdapat vanue yang cukup lapang selain bangunan joglo yang terbuka. Rindangnya pepohonan yang bertaut dahannya, menambah suasana teduh saat duduk-duduk di tempat kuliner tepat di belakang Pabrik Panili ini.

Namun, siapa sangka jika lahan yang digunakan Angkringan Widoro ini, dulunya adalah tanah mangkrak yang dipenuhi ilalang. Manajer Angkringan Widoro, Edovani Pinandita, mengatakan dengan luas sekitar 2.000 meter persegi, lahan yang digunakan Angkringan Widoro merupakan tanah kas Desa Ketandan. Sejak 2019, tanah yang berada di dekat sendang Widoro ini disulap menjadi tempat kuliner yang teduh.

“Tadinya lahan ini berupa tanah kosong dan belum termanfaatkan. Kemudian kami sewa dan dibuka untuk dibangun tempat kuliner,” kata dia, Selasa (8/6) seperti dirilis Klatenkab.go.id.

Edo mengatakan Angkringan Widoro, hadir dengan tagline “Nguliner Neng Kebon” yang artinya menikmati kuliner di kebun. Walaupun mengambil nama angkringan, tapi menu yang dihadirkan relatif lengkap.

Mulai dari kuliner nusantara, sensasi rasa western, korean, hingga chinese hadir tersaji di dapur Angkringan Widoro. Soal harga, Edo menggaransi pengunjung tak perlu membawa dompet yang tebal untuk menikmati menu-menu yang disajikan.

“Makanan mulai 7.000-an dan paling mahal Rp 27.000 saja, itupun untuk menu paket komplit,” kata dia.

Lengkapnya menu yang dihadirkan, tidak mengherankan kalau Angkringan Widoro menjadi rujukan komunitas hingga keluarga buat berkuliner. Angkringan Widoro juga membidik pangsa generasi muda dengan turut menyajikan menu minuman kekinian.

“Kami juga menyajikan menu minuman yang menjadi favorit kekinian. Mulai dari milkshake sampai mocktail dengan harga yang bersahabat tentunya,” ujar Edo.

Soal menu yang menjadi andalan, Edo mengungkapkan soto kebo atau soto dengan irisan daging kerbau khas Kudus merupakan menu yang paling sering dipesan dan jadi ciri khas Angkringan Widoro. Untuk minuman, wedang rempah-rempah hadir diurutan terdepan dan tidak kalah dengan minuman kekinian.

Murahnya harga yang dipatok bukan tanpa alasan. Angkringan Widoro sengaja membidik segment pelanggan menengah ke bawah agar semua kalangan dapat menikmati menu yang nikmat tanpa khawatir harga yang mencekik.

“Mulai dari siswa sekolah yang ingin mengerjakan atau sekolah daring, sampai kumpul keluarga atau reunian, semua dapat menikmati,” kata Edo. (HS-08)

Share This

Jalan Rusak di Jepara Segera Diperbaiki

Kabupaten Dogiyai di Papua Belajar Pembangunan di Boyolali