Angka Positif Covid Menurun, Pemkab Kendal Siap Selenggarakan Sekolah Tatap Muka

Kepala Dinkes Kendal, Ferinando Rad Bonay.

 

HALO KENDAL – Gencarnya pemberian vaksinasi yang sudah dilakukan diklaim dapat menghentikan laju pertumbuhan kasus Covid-19 di Kendal. Bahkan sampai hari ini pasien di rumah sakit di Kabupaten Kendal tinggal 20% yang menjalani perawatan dari jumlah penularan.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay mengatakan, setelah pemberian vaksin tahab satu maupun dua lalu, sangat dirasakan bisa menurunkan angka penyebaran Covid-19 di Kabupaten Kendal.

“Sangat dirasakan bahwa angka positiv Covid-19 di Kendal menurun. Perbandingan tersebut dilakukan sebelum dan sesudah dilakukan vaksinasi baik pada tenaga kesehatan, TNI/Polri maupun tenaga pelayanan umum,” ungkapnya, Selasa (16/3/2021).

Dijelaskan, sebelum vaksinasi pertama dilakukan Januari lalu, pertumbuhan kasus corona cukup siginfikan. Dari 4.009 kasus tumbuh menjadi 5.056 kasus, total dalam beberapa hari.

“Namun ini bisa ditekan setelah dilakukan vaksinasi. Kini kasus terkonfirmasi positif Covid-19 di Kabupaten Kendal, total sebanyak 6.043 orang,” jelas Ferinando.

Dikatakan, laju pertumbuhan rata-rata sebelumnya di angka 952 kasus dalam beberapa pekan. Sampai Maret ini tidak sampai 1.000 pertumbuhannya.

“Bahkan kasus terkonfirmasi positif saat ini yang masih dirawat hanya tinggal 151 orang saja,” tandas Ferinando.

Penurunan kasus ini, juga membuat sejumlah ruang isolasi di beberapa rumah sakit kosong. Seperti contoh di Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC), dari total 40 kamar isolasi, kini hanya dipakai 5 pasien saja. Begitu pula di rumah sakit lainnya.

“Meski banyak ruang isolasi yang kosong, namun ruang tersebut hingga saat ini masih diperuntukkan sebagai ruang isolasi. Dengan tujuan untuk berjaga-jaga apabila kemudian hari diperlukan kembali,” tandas Ferinando.

Sementara itu, Sekretaris Daerah Kabupaten Kendal, Moh Toha mengatakan, dengan adanya penurunan angka Covid di Kendal, maka pihaknya akan segera membuka beberapa fasilitas umum dengan ketentuan, termasuk sekolah untuk pembelajaran tatap muka.

“Selain banyak keluhan dari orang tua, dikarenakan anaknya ada yang kecanduan games, juga orang tua mengaku pusing jika mengerjakan soal yang tidak menguasai. Untuk itu rencananya kami akan membuka sekolah tatap muka bagi yang memenuhi syarat dan ada dukungan dari wali murid,” paparnya.

Toha menambahkan, penurunan kasus Covid-19 terjadi, karena tingkat kesadaran masyarakat untuk menjaga protokol kesehatan semakin tinggi. Selain itu, juga didorong dengan adanya vaksinasi yang sudah menyasar ribuan orang.

“Di Kendal sudah ada sekitar 17 ribu orang dilakukan vaksinasi. Namun demikian kami berharap, masyarakat tetap waspada dan menjalankan PPKM mikro yang sudah diperpanjang sampai perkembangan kasus melandai,” pungkasnya.(HS)

bawah-berita-dprd-semarang
Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.