Angka Penularan Covid-19 di Kabupaten Semarang Terus Naik, Tempat Hiburan di Bandungan Kembali Ditutup

Foto ilustrasi tempat karaoke di Bandungan.

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kabupaten Semarang kembali menutup tempat wisata dan hiburan di kawasan Bandungan.

Bupati Semarang, Mundjirin menjelaskan, penutupan tempat wisata dikarenakan Bandungan masih termasuk zona risiko tinggi penularan Covid-19.

“Sementara untuk karaoke di Bandungan kami tutup dan evaluasi kembali,” ujarnya Selasa (14/7/2020) di Gedung DPRD Kabupaten Semarang.

Selain di tempat wisata, protokol kesehatan juga dilakukan di tempat keramaian seperti pasar.

“Jika protokol kesehatannya sudah bagus, maka kami persilakan melakukan uji coba pembukaan dengan pembatasan,” ungkapnya.

Para pengusaha tempat hiburan di Bandungan pun menyesalkan keputusan penutupan kembali tempat usahanya.

Apalagi sejak Rabu (15/7/2020) telah turunnya Surat Edaran (SE) dari Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, yang ditandatangani Kepala Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang, Dewi Pramuningsih.

“SE itu berisikan penghentian uji coba tempat hiburan karaoke lantaran peningkatan kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang pada umumnya dan Kecamatan Bandungan khususnya,” kata Ketua Asosiasi Karaoke Bandungan, Pristiono, Rabu (15/7/2020) malam.

Dalam surat tersebut diterangkan bahwa Kacamatan Bandungan masuk zona merah atau zona resiko tinggi dengan skor 1,895, dengan jumlah kasus positif Covid-19 mencapai 33 orang.

“Kami menyayangkan. Karena kasus Covid-19 di Bandungan itu berasal dari klaster pasar bukan dari karaoke. Jika harus ditutup ya kegiatan operasional pasarnya dan para pedagangnya harusnya ditertibkan,” ucap Pristiono.

Lain halnya jika ditemukan kasus Covid-19 dari klaster tempat karaoke, pelaku usaha tempat hiburan malam akan menutup dengan kesadaran diri sendiri.

“Padahal sebelumnya, dengan kesadaran diri sendiri kami pelaku usaha karaoke Bandungan tidak beroperasi selama tiga bulan, mulai 26 Maret – 3 Juli lalu karena bentuk kepedulian terhadap kasus Covid-19 di Kabupaten Semarang,” tandasnya.
Pristiono berharap, kebijakan Dinas Pariwisata Kabupaten Semarang dapat dievaluasi ulang.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.