in

Angka Covid Meningkat, Ketersediaan Ruang Isolasi Di Rumah Sakit Semarang Nyaris Penuh

Ruang Isolasi dan ICU di RSUP Kariadi yang hampir penuh bisa terlihat pasien yang menunggu di luar UGD.

 

HALO SEMARANG – Akibat angka kasus Covid-19 semakin melonjak, tingkat keterisian tempat tidur atau bed occupancy rate (BOR) ruang isolasi untuk pasien penderita Covid-19 di rumah sakit Kota Semarang juga terus meningkat dan bahkan hampir penuh.

Salah satunya adalah RSUP dr Kariadi, di rumah sakit rujukan lini pertama ini okupansi bed isolasi bahkan mencapai 80 persen.

Tercatat dari total kapasitas 187 tempat tidur, saat ini ada 161 tempat tidur yang sudah terpakai termasuk ICU.

“Kapasitas sekarang operasional 187 ruang isolasi terpakai 161. Ada cadangan 40 (bed) akan buka dua hari ke depan sambil lihat situasi,” ujar Direktur Pelayanan Medik dan Keperawatan RSUP Dr Kariadi Semarang, Dr Agoes Oerip Purwoko kepada wartawan, Selasa (15/6/2021).

Dia menjelaskan, peningkatan kasus Covid-19 di rumah sakit yang ia pimpin termasuk cepat. Sebab, pada awal Mei hanya ada 44 pasien, kini pertengahan Juni sudah 161 pasien.

“Paling banyak tetap dari luar Semarang. Semarang mungkin hanya sepertiganya. Kalau Kudus ada 41 pasien data kemarin baik yang sudah dirawat maupun pulang,” jelas dia.

Dengan kondisi ini selain menambah jumlah bed, pihaknya juga mendirikan tenda perawatan darurat bagi pasein non-Covid-19.

“Kita dirikan tenda darurat untuk pasien non Covid-19, kapasitanya 10 bed. Ada bantuan tenda juga dari TNI dan Polri nantinya,” kata Agus.

Kondisi senada juga diungkapkan Wakil Direktur Umum dan Keuangan RS KRMT Wongsonegoro (RSWN), Eko Krisnato.

Eko mengatakan ruang isolasi dan ICU bagi pasien Covid-19 bahkan nyaris penuh.

“Pasien covid sekitar 308. Ditambah di IGD 25 yang belum dapat tempat, kita tadi kekurangan karena full bener. ICU isolasi 50 (kapasitas). Hampir 100 persen full tiap hari karena ada rujukan baik dari Semarang dan luar,” jelas dia.

Untuk itu pihaknya menambah satu ruang isolasi yang bisa menampung 38 sampai 40 pasien lagi.

“Ruangan ini (Dewi Kunti) dulu digunakan untuk ibu hamil habis bersalin karena jumlahnya turun kita alih fungsikan untuj ruang isolasi. Kapasitas sekitar 38-40,” tandasnya.(HS)

Share This

BPJS Salurkan Bantuan Ke Nelayan Kendal

Jateng Valley Mulai Dikerjakan, Ganjar: Ini Survival Di Tengah Pandemi