in

Angka Covid-19 Melandai, Pemkot Semarang Beri Kelonggaran Kegiatan Masyarakat

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi saat memberikan keterangan pers kepada awak media di Balai Kota Semarang, Selasa (6/4/2021).

 

HALO SEMARANG – Pemerintah Kota Semarang mulai memberikan kelonggaran bagi pelaku usaha dan kegiatan sosial-budaya di Kota Semarang, seiiring dengan trend penurunan angka kasus Covid-19.

Yakni dengan melakukan revisi Perwal PPKM Nomor 6 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pembatasan Kegiatan Masyarakat dalam rapat koordinasi (Rakor) Forkompimda di Lantai 8 Gedung Moch Ihsan, Kompleks Balai Kota Semarang, Selasa (6/4/2021).

Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi mengatakan, adapun kelonggaran PPKM, terkait jam operasional bagi pelaku usaha. Pihaknya membolehkan kegiatan sosial budaya masyarakat, namun tetap dengan jumlah orang yang dibatasi.

“Seperti di mal, boleh buka sampai pukul 22.00 WIB. Dari sebelumnya harus tutup pukul 21.00 WIB. Kalau kemarin, PKL, warung makan, minimarket, tempat hiburan dan cafe sampai pukul 23.00 WIB, ini ditambah sampai pukul 24.00 WIB,” kata Hendi, sapaan akrab Hendrar Prihadi.

“Sekarang kalau acara mantenan maksimal 50 persen dari kapasitas maksimal 100 orang, sekarang maksimal 50 persen diperbolehkan menjadi 200 orang,” lanjutnya.

Pemberian kelonggaran itu, kata Hendi, pihaknya memiliki komitmen untuk menggeliatkan ekonomi masyarakat, namun harus diikuti dengan protokol kesehatan ketat.

“Dan untuk penanganan Covid-19, trend angkanya saat ini mulai turun, yang jumlahnya hanya sekitar 200 sampai 300 kasus positif. Namun, begitu kami terus melakukan sosialisasi massif agar masyarakat disiplin prokesnya, dan ini juga harus diikuti dengan kegiatan sosial budayanya mulai ditumbuhkan,” katanya.

“Masyarakat jangan takut melaksanakan kegiatan tapi dengan catatan prokes tetap dijalankan. Jika masyarakat melanggar, kami berhak untuk membubarkan,eksekusim dan melakukan penutupan usahanya,” imbuh Hendi.

Kondisi ini, diyakini akan berangsur baik, karena ditambah dengan adanya vaksinasi. Saat ini tercatat masyarakat Kota Semarang yang telah divaksin sebanyak 108.337 ribu.

“Memang jumlah tersebut belum cukup jika dibandingkan dengan jumlah penduduk. Namun secara bertahap, dengan adanya bantuan vaksin dari pemerintah akan lebih banyak menjangkau masyarakat. Memang saat ini vaksin diprioritaskan untuk lansia,” terangnya.

Kepala Dinas Kesehatan Kota Semarang, Abdul Hakam mengatakan, per tanggal 6 April 2021, jumlah kasus positif Covid-19 di Kota Semarang total sebanyak 289.

Terdiri atas 202 warga Semarang dan 87 luar Kota Semarang. Dan kasus meninggal total sebanyak 2627, terdiri atas 1828 warga Semarang dan 799 luar Semarang.

“Untuk kasus positif baru tiap harinya ada sekitar 30 orang. Sebagian besar rata-rata usianya produktif, seperti karyawan, dan pekerja,” imbuhnya.(HS)

Share This

Lonjakan Penumpang Di Bandara Ahmad Yani Semarang Saat Libur Paskah

Hendi: Salat Tarawih Berjamaah Diperbolehkan, Tapi..