in

Angin Segar Perkuliahan Digelar Tatap Muka

Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Ferdinandus Hindiarto.

 

HALO SEMARANG – Dunia perkuliahan di wilayah Provinsi Jawa Tengah (Jateng) telah mendapatkan izin dari Gubernur Jateng Ganjar Pranowo untuk menyelenggarakan pembelajaran tatap muka.
Namun, hal itu tidak menjadikan ratusan perguruan tinggi di Jateng berbondong-bondong menghentikan perkuliahan secara dalam jaringan (daring) menjadi perkuliahan di kelas.

Salah satunya Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang yang berencana baru memberlakukan kuliah tatap muka pada semester depan.

“Target saya baru semester depan. Tapi, Oktober besok itu saya berikan dispensasi untuk ke kampus. Karena terkait dengan pembelajaran yang ke arah skill, jadi harus praktikum,” kata Rektor Universitas Katolik (Unika) Soegijapranata Semarang, Ferdinandus Hindiarto kepada halosemarang.id, Kamis (16/9/2021).

Tidak seluruhnya program studi diberikan izin menggelar tatap muka. Hanya program studi tertentu yang ia perbolehkan untuk tidak melakukan perkuliahan daring, karena berkaitan dengan kemampuan dan keahlian mahasiswa menempuh studi.

“Kedokteran tidak mungkin hanya menjalani perkuliahan secara online tanpa praktik. Prodi Teknik Sipil, ada laboratorium beton, mekanika tanah itu juga tidak mungkin online. Kemudian Teknik Pangan yang harus praktik,” tutur pria yang akrab disapa Ferdinan ini.

Kajian-kajian telah ia siapkan bersama dengan pembantunya. Dalam semester ini, tidak menutup kemungkinan program studi lain akan menyelenggarakan perkuliahan tatap muka. Namun, tergantung urgensi setiap program studi.

“Minggu depan membentuk tim yang akan mengkaji, menyiapkan segala sesuatunya tentang itu. Sedangkan yang lain nanti dilihat case per case-nya untuk periode semester ini,” tambah mantan GM PSIS ini.

Pandangannya, menggelar aktivitas perkuliahan tatap muka harus dikaji dan dirancang dengan matang-matang. Perihal program studi yang belum bisa meninggalkan daring, pihaknya telah menyiapkan strategi. Sementara, fasilitas-fasilitas di dalamnya telah dipastikan siap mendukung.

“Insfratruktur juga sudah dipersiapkan. Namun apakah hibrid, atau langsung total itu butuh kajian. Kami ingin persiapannya bagus, tidak boleh gegabah. Jangan sampai nanti menjadi sesuatu di kemudian hari,” paparnya.

Sebelumnya, Gubernur Jateng Ganjar Pranowo mengungkapkan, perguruan tinggi dapat melakukan simulasi perkuliahan langsung dan berkoordinasi dengan pemerintah.

“Kalau kami, saya izinkan, silakan uji coba. Tinggal kita koordinasi kalau di perguruan tinggi itu sedang uji coba. Menurut saya tidak apa-apa, dimulai saja,” tandasnya.(HS)

Share This

Presiden Apresiasi Dukungan Pesantren terhadap Program Vaksinasi Covid-19

Dari Hobi Nyanyi, Kini Berhasil Rilis Single Lagu