in

Anggotanya Ada Yang Positif, Ketua PWI Jateng Ajak Wartawan Patuhi Prokes

Ketua PWI Jawa Tengah, Amir Machmud

 

HALO SEMARANG РKetua PWI Jawa Tengah, Amir Machmud NS mengingatkan kepada anggotanya di berbagai daerah, untuk saling peduli dan saling mengingatkan dalam menjaga dan disiplin menerapkan protokol kesehatan (prokes).

Hal ini dia lakukan, melihat perkembangan Covid-19 di Jawa Tengah yang semakin meningkat usai Lebaran. Menurutnya, selepas Lebaran, terjadi kecenderungan eskalasi penyebaran virus Covid-19, terutama dengan varian baru Delta di sejumlah daerah di Jawa Tengah.

“Ini yang menuntut kita makin meningkatkan kewaspadaan dan kedisiplinan. Ayo, tunjukkan kepedulian di antara kita dengan saling mengingatkan,” ajak Amir dalam rilisnya, Selasa (22/6/2021).

Diungkapkan, saat ini, tercatat enam anggotanya yang dilaporkan positif dan menjalani isolasi mandiri.

“Tiga di Semarang, satu di Blora, satu di Kendal, dan satu di Grobogan. Di Semarang juga tercatat ada seorang keluarga pengurus PWI Jateng yang positif Covid-19,” ungkapnya.

Bahkan, lanjut Amir, Wali Kota Semarang juga menyiagakan Rumah Sakit Darurat Covid-19 (RSDC) di Kedungmundu, untuk menangani pasien Corona.

“Saya sudah meminta Koordinator Jogo Wartawan, Bakti Yudhatama, untuk mengkoordinasikan langkah-langkah memberi atensi dan bantuan kepada mereka. Seperti kasus-kasus sebelumnya,” terangnya.

Amir mengingatkan, fenomena penyebaran virus yang ditengarai sebagai varian Delta saat ini sangat ganas.

“Maka para wartawan yang menjalankan tugas lapangan di berbagai bidang liputan, agar disiplin memakai alat perlindungan diri dalam penerapan protokol kesehatan,” imbuhnya.

Sementara itu, sebagai ungkapan perhatian dan kepedulian, Sekretaris PWI, Setiawan Hendra Kelana dan pengurus Grup Khataman Al-Quran PWI, Agus Fathuddin Yusuf menyiapkan doa bersama secara virtual.

Menurut Amir, kegiatan ini sudah beberapa kali dilakukan untuk mengecek anggota yang sakit dan memberi dorongan dengan kekuatan doa.

“Kami ingin para wartawan betul-betul menjadi satu keluarga yang diikat oleh rasa saling menjaga dan merawat. Tentu lewat mekanisme kebersamaan profesi. Berbagai kesulitan mari kita coba untuk hadapi secara bersama, dengan satu hati,” pungkasnya.(HS)

Share This

Warga Tembalang Ditemukan Meninggal Dunia Di Kamar, Diduga Korban Pembunuhan

Penutupan Ruas Jalan di Kota Semarang Dianggap Tidak Efektif Oleh Sejumlah Masyarakat