Anggaran Penanganan Bencana Minim, Komisi E DPRD Jateng Minta BPBD Kabupaten Tegal Tingkatkan Kesiapsiagaan

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Joko Hariyanto.

 

HALO SEMARANG – Komisi E DPRD Jawa Tengah memantau kesiapsiagaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Tegal.

Langkah itu dilakukan mengingat Kabupaten Tegal memasuki musim hujan dan menjadi wilayah yang masuk kawasan rawan kejadian tanah longsor.

Anggota Komisi E DPRD Jawa Tengah, Joko Hariyanto menyatakan, Kabupaten Tegal merupakan wilayah yang terdiri dari pegunungan dan laut.

Menurutnya, di kawasan pegunungan rawan longsor saat musim hujan, sedangkan wilayah pantai rawan terjadinya rob.

Namun demikian, dia prihatin dengan kondisi BPBD Kabupaten Tegal.

Karena menurutnya, dari sisi sarana dan prasarana serta sumber daya manusia kurang mendukung.

“BPBD Kabupaten Tegal butuh perhatian, karena dari SDM, sarana dan prasarana kurang mendukung. Jika suatu saat melakukan penanganan bencana di wilayah tersebut,” tuturnya saat melakukan kunjungan ke Kabupaten Tegal, baru-baru ini.

Sementara, Kepala BPBD Kabupaten Tegal, Jaenal Dasmin mengakui jika sarana dan prasarana di dinas yang dia pimpim memang belum memadahi.
Selain itu, alokasi anggaran pada tahun 2020 ini tidak seperti yang diharapkan akibat refocusing dari penanganan dampak Covid-19.

“Kami berharap kepada Komisi E DPRD Jateng untuk bisa mengusulkan tambahan anggaran,” katanya.

Atas usulan tersebut, Joko Hariyanto berjanji akan menyampaikan permasalahan tersebut kepada Gubernur Jawa Tengah.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.