in

Anggaran Menipis, Bonbin Mangkang Buka Donasi Pakan Satwa

Pengelola Semarang Zoo memberi makan gajah koleksi kebun binatang.

 

HALO SEMARANG – Pakan satwa di Kebun Binatang (Bonbin) Mangkang atau Semarang Zoo hampir habis. Kondisi itu membuat pengelola kebun binatang sedang mengumpulkan donasi dari masyarakat untuk membiayai pakan satwa.

Direktur Utama Bonbin Mangkang Semarang, Choirul Awaludin mengungkapkan, selama hampir dua tahun terakhir pihaknya sulit mengatur alokasi anggaran untuk pakan.

“Untuk mengatasi masalah itu, kita mesti menggalang donasi untuk memberi makan hewan. Saat ini sudah kami terima beberapa kilo sampai ton-tonan pakan hewan. Bahkan ada yang memberi donasi uang Rp 6 juta, langsung kami belikan pakan,” tutur Awaludin, Rabu (1/9/2021).

Ia menyebut, pembengkakan terjadi karena biaya beli pakan yang fantastis untuk jenis harimau, gajah, dan unta. Terdapat 11 harimau, dua singa, dan beberapa ekor gajah dan unta. Di sisi lain tidak ada pemasukan tiket yang stabil dari pengunjung akibat adanya penutupan dan pembatasan PPKM.

“Dalam sehari minimal tiga kilo daging untuk satu harimau, sementara jumlahnya 11 ekor. Kurang lebih kita keluarkan uang sekitar Rp 6 juta per hari. Sementara itu masih ada kebutuhan pakan gajah dan unta. Sampai kita kurangi gaji karyawan dengan jam kerja yang disesuaikan,” terangnya.

Setiap bulannya, lanjut Choirul Awaludin, Bonbin Mangkang mengeluarkan anggaran Rp 180 juta untuk membeli pakan. Sebagai perusahaan Badan Usaha Milik Daerah (BUMD), pihaknya mengaku kesulitan finansial akibat lamanya terdampak pandemi.

Ia menuturkan, fauna yang ada di Bonbin Mangkang rata-rata merupakan satwa yang dilindungi. Oleh karena itu, kondisi hewan betul-betul diperhatikan.

“Untuk mengurus hewan di sini memang tinggi. Rata-rata sebulan kita keluarkan biaya Rp 180 juta. Kita tetap perhatikan satwa meskipun keuangan semakin menipis. Kita gak berani mengurangi pakan, soalnya kebun binatang isinya kan satwa yang dilindungi. Misal satu harimau butuh 3 kilo/hari, ya kita gak berani ngutak-ngatik,” tuturnya.

Kendati demikian ia mengungkapkan, koleksi hewan Bonbin Mangkang tidak ada yang sedang sakit. Tenaga medis, lanjutnya, masih rutin mengecek kesehatan sejumlah faunanya.

“Semuanya masih sehat-sehat saja. Malahan cuaca seperti ini banyak yang melahirkan anak terutama rusa. Sekarang harimau juga sedang musim kawin. Kalau yang sakit biasanya pas pergantian cuaca,” ujarnya.

Berdasarkan informasi, dengan jumlah 250 satwa dan 85 jenis, animo masyarakat untuk mengunjungi Bonbin Mangkang sangat tinggi. Sejak kebun binatang itu dibuka sejak 18 Agustus lalu, jumlah pengunjung menunjukkan peningkatan 10 persen.(HS)

Share This

Kejar Status PPKM Level 1, Pemkot Semarang Giatkan Tracing dan Testing

UFC 268 Sajikan Duel Menjanjikan