Anggaran Hampir Terserap 100 Persen, Juliari: Kami Tancap Gas untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Keterangan Pers Menteri Sosial Juliari P Batubara dan Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin, dengan Topik “Update Implementasi Program Perlindungan Sosial sebagai Salah Satu Program PEN : Capaian Penerima Manfaat, Efektifitas Program” di Ruang Media Center Istana Kepresidenan Jakarta Rabu (4/11/2020).

 

HALO SEMARANG – Kementerian Sosial menjadi salah satu kementerian dan lembaga yang serapan anggarannya sudah hampir 100 persen.

Hal itu disampaikan dalam Keterangan Pers Menteri Sosial Juliari P Batubara dan Ketua Satgas Pemulihan Ekonomi Nasional Budi Gunadi Sadikin, dengan Topik “Update Implementasi Program Perlindungan Sosial sebagai Salah Satu Program PEN : Capaian Penerima Manfaat, Efektifitas Program” di Ruang Media Center Istana Kepresidenan Jakarta Rabu (4/11/2020).

Kemensos Juliari P Batubara mengatakan, Kemensos merupakan salah satu kementrian yang mengalokasikan anggaran yang cukup besar dalam upaya pemulihan ekonomi nasional.

Dirinya berharap, bantuan yang disampaikan kepada masyarakat dapat mendukung pemulihan ekonomi selama masa pandemi.

Dalam kesempatan itu Juliari mengakui, pihaknya memang tancap gas dalam menyalurkan bantuan, untuk membantu masyarakat serta mendukung upaya pemulihan ekonomi nasional.

“Kementerian Sosial akan tetap melanjutkan penyaluran Bantuan Sosial Tunai (BST) pada tahun depan. Program BST akan tetap disalurkan selama Januari hingga Juni 2021, untuk meringankan beban masyarakat yang terdampak pandemi Covid-19,” katanya.

Menteri yang pernah menjabat sebagai anggota DPR RI ini mengatakan, penyaluran bansos tunai saat ini masih berjalan hingga Desember 2020.

Dari total anggaran Rp 32,4 triliun, realisasi penyaluran program bansos tunai ini telah mencapai Rp 25,86 triliun, atau sebesar 79,80 persen. Dia pun optimistis, penyaluran program ini akan segera memenuhi target hingga 100 persen.

“Insya-Allah ini juga tidak akan menemui kendala untuk penyerapan 100 persen,” kata dia.

Juliari mengatakan, sejumlah program bansos lainnya tak akan dilanjutkan pada tahun depan. Namun, pemerintah masih akan mempertimbangkan kondisi di lapangan. Jika program-program masih diperlukan di tahun depan, maka tak menutup kemungkinan untuk dilanjutkan kembali.

“Nanti tentunya sesuai arahan Presiden. Karena apa yang disampaikan Presiden, anggaran kita juga harus bisa fleksibel melihat kondisi,” ujar dia.

Untuk program PKH, pada tahun ini pemerintah menargetkan penyaluran kepada 10 juta keluarga penerima manfaat. Program PKH ini pun telah mencapai target 100 persen dengan total anggaran sebesar Rp 36,71 triliun.

“Karena memang Presiden juga memerintahkan agar program-program yang sifatnya reguler ini bisa dieksekusi dengan cepat,” tambah dia.

Sedangkan untuk program BPNT, pemerintah menargetkan penyaluran kepada 20 juta keluarga penerima manfaat.

Menurut Juliari, target penyaluran kepada 20 juta keluarga penerima manfaat tersebut memang belum tercapai 100 persen. Namun, dia optimistis target dapat tercapai pada November ini.

“Insya-Allah bulan November ini sisanya bisa kita capai, mudah-mudahan mencapai 20 juta (KPM) sehingga anggarannya bisa hampir 100 persen,” kata dia.

Dari total anggaran sebesar Rp 43,12 triliun, penyaluran anggaran dari program ini sudah terealisasikan sebesar Rp 37,31 triliun atau 86,52 persen.

Sementara Ketua Satuan Tugas Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN), Budi Gunadi Sadikin memuji kinerja Kementrian Sosial dalam upaya pemulihan ekonomi nasional melalui penyaluran progam bansos tunai selama pandemi Covid-19.

Budi menyebutkan, bahwa Kemensos menjadi lembaga yang paling cepat merealisasikan penyaluran program tersebut sebelum akhir tahun anggaran.

“Saya berterima kasih sekali kepada Pak Mensos, karena Kementrian Sosial sudah hampir pasti terserap 100 persen, malah mungkin bisa jadi paling cepat dan pertama menyerap angaran yang dialokasikan Rp 128,8 triliun,” kata Budi.

Dikatakan, Kemensos merupakan salah satu kementrian yang mengalokasikan anggaran yang cukup besar dalam upaya pemulihan ekonomi nasional. Dia berharap bantuan yang disampaikan kepada masyarakat dapat mendukung pemulihan ekonomi selama masa pandemi.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.