Anggap Kelas Berat Tahun Ini Membosankan

Francis Ngannou/dok.

 

HALO SPORT – Petarung kelas berat Ultimate Fighting Championship (UFC), Francis Ngannou, menilai tahun ini terasa membosankan.

Fifgter berjuluk The Predator ini mengeluhkan jumlah pertarungan perebutan sabuk juara di divisinya yang sangat minim. Dia hanya sekali tampil pada 9 Mei lalu.

Kala itu pria 34 tahun asal Kamerun ini mengalahkan Jairzinho Rozenstruik dalam tempo 20 detik. Francis belum mendapatkan jadwal naik oktagon lagi.

UFC menjadwalkan Ngannou, yang merupakan penantang peringkat pertama di kelas berat, menghadapi pemegang sabuk juara, Stipe Miocic. Duel ini diplot paling cepat pada Maret 2021.

β€˜β€™Saya berada dalam posisi yang sangat rumit. Saya menghabiskan waktu tanpa bertarung,’’ ungkap The Predator seperti dikutip dari MMA Fighting.

Francis mengaku situasi ini membuatnya frustrasi. Dia kecewa terhadap minimnya laga di kelasnya.

β€˜β€™Banyak divisi lain menggelar tiga hingga empat title fight setahun. Sementara kelas berat cuma sekali dalam satu tahun,’’ tegasnya.

Menurut Francis, kondisi ini menciptakan posisi yang sangat rumit buat para penantang. Mereka mengisi peringkat, ditumpuk satu demi satu, tetapi tidak ada yang benar-benar bergerak.

β€˜β€™Yang harus mereka lakukan adalah menggerakkan kelas berat lebih aktif lagi karena sekarang praktis macet,’’ imbuhnya.

Sejak Miocic menjadi juara kali pertama pada 2016, sabuk kelas berat sudah diperebutkan tujuh kali. Itu berarti hampir dua kali title fight dalam setahun.

Ngannou aktif berlaga sejak 2013. Rekornya di mixed martial arts (MMA) adalah 15 kali menang dan tiga kali kalah.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.