in

Ancaman Abrasi Makin Nyata, Sukirman: Butuh Upaya Serius Pemrintah dan Keterlibatan Masyarakat

Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman.

HALO SEMARANG – Ancaman abrasi di pesisir Jawa, khususnya di Jawa Tengah makin nyata. Berdasarkan data, penurunan tanah dan kerusakan pesisir di wilayah Jawa Tengah mencapai 7.957,89 hektare. Di Kota Semarang misalnya, daratan yang hilang akibat abrasi mencapai 1.919,57 hektare. Begitu juga di daerah lain seperti Pekalongan, Brebes, dan Demak.

Maka untuk itu, Wakil Ketua DPRD Jateng, Sukirman berharap Pemprov Jateng serius dalam upaya penanganan abrasi ini. “Di pesisir Jateng terjadi penurunan tanah cukup besar. Di Kota Semarang, dari penelitian antara 2015-2020, terjadi penurunan antara 0,9-6 sentimeter per tahun. Di Kota Pekalongan penurunan muka tanah terjadi antara 0-11 sentimeter/tahun. Ini tentu sangat memprihatinkan,” katanya, baru-baru ini.

Berdasarkan Undang-Undang Nomor 24 Tahun 2007, abrasi adalah sebuah proses terjadinya pengikisan pesisir pantai yang disebabkan oleh gelombang dan arus laut yang merusak, di mana pemicunya adalah keseimbangan alam yang terganggu di daerah tersebut.

Fenomena ini menyebabkan kota-kota pesisir pantura dikhawatirkan tenggelam dalam beberapa tahun ke depan. Beberapa wilayah yang terancam hilang wilayah pesisirnya, di antaranya Kabupaten Brebes, Demak, Kota Semarang, Jepara, Rembang, dan Pekalongan.

“Banyak upaya yang bisa dilakukan untuk mencegah abrasi ini, salah satunya adalah penanaman mangrove untuk mencegah pengikisan, sekaligus sebagai pemecah ombak. Harapan utama dari penanaman mangrove adalah menjaga ekosistem pantai yang dikhawatirkan rusak karena gempuran abrasi dan ombak. Banyak permukiman penduduk yang terdampak ombak, padahal dulu jarak antara rumah dengan garis pantai cukup jauh,” kata politisi Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) tersebut.

Selain menanam mangrov, pemerintah juga memiliki peran besar dalam mengatasi problem ini. Di antaranya dengan mengatur kembali tata ruang, membuat aturan yang pro-lingkungan, serta membuat kebijakan yang tegas akan perizinan pembangunan yang bisa mempengaruhi atau berdampak pada pengamanan pantai. “Harus ada upaya untuk menyelamatkan kawasan pesisir dari ancaman abrasi. Pencegahan terhadap abrasi dapat dengan menggunakan teknologi pengamanan pantai dan cara sederhana seperti hutan bakau dan gundukan batu. Namun yang diperlukan tentunya kebijakan yang pro-lingkungan,” tegasnya.

Sementara Pemerintah Provinsi Jawa Tengah mengajak masyarakat untuk menanam pohon di sekitar pantai utara guna mencegah terjadinya abrasi.

“Menanam pohon jenis apapun itu bermanfaat, tidak harus tanaman yang bisa dikonsumsi, tetapi juga tanaman pelindung untuk menahan abrasi,” kata Sekretaris Daerah Provinsi Jateng, Sumarno belum lama ini.

Oleh karena itu, lanjut dia, butuh keterlibatan semua pihak untuk sama-sama menjaga kelestarian lingkungan di daerah pesisir pantura Jawa Tengah. Sumarno menilai, aksi menanam ribuan pohon secara serentak di berbagai daerah pesisir, akan bisa menjaga kawasan pesisir dari kerusakan.(Advetorial-HS)

Jaga Pasokan Air Baku, Kementerian PUPR Selesaikan Rehabilitasi Bendungan Situ Lembang

Tindaklanjuti Perpres, Polri Susun Aturan Terkait Direktorat PPA dan TPPO di Bareskrim