in

Anak Madrasah Tak Hanya Berilmu Agama Tetapi Harus Melek Digital

Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan di webinar Madrasah #MakinCakapDigital. (Dok/kominfo.go.id)

 

HALO SEMARANG – Madrasah tidak hanya mengajarkan ilmu agama dan umum kepada siswanya. Sekolah agama tersebut juga harus menjadikan siswa melek digital. Kementerian Komunikasi dan Informatika pun menjalin kerja sama dengan Kementerian Agama demi meningkatkan kecakapan digital pelajar madrasah.

Pelajar dari madrasah di seluruh Indonesia merupakan bagian penting dalam proses mewujudkan transformasi digital. Hal tersebut dikatakan Direktur Jenderal Aplikasi Informatika Kementerian Komunikasi dan Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan dalam webinar Madrasah #MakinCakapDigital.

“Acara hari ini, rekan-rekan madrasah yang ada di seluruh Indonesia berkumpul secara virtual untuk saling berbagi dan berdiskusi tentang mengapa dan bagaimana madrasah dapat turut serta menyukseskan agenda transformasi digital yang saat ini sedang berjalan,” ujar Semuel di Jakarta, Rabu (4/8/2021).

Menurut Dirjen pemerintah telah menyiapkan berbagai agenda transformasi digital, salah satunya Gerakan Nasional Literasi Digital (GNLD). Pelaksanaan agenda itu jelas membutuhkan banyak tenaga ahli digital. Kementerian Kominfo berkomitmen menghasilkan 600 ribu talenta digital setiap tahun. Semuel berharap dari ribuan itu juga bisa dihasilkan lewat madrasah.

“Ini dijalankan karena kita sedang dalam proses tranformasi digital. Kunci sukses dalam tranformasi digital adalah menyiapkan SDM. Bila tidak, kita hanya menjadi penonton. Kita butuh banyak tenaga ahli digital. Dan, Kemenkominfo berkomitmen memenuhi kebutuhan itu,” kata dia.

GNLD menyasar para remaja yang bersekolah di madrasah karena banyak di antara mereka yang akrab dengan media sosial. Menurut Semuel mereka sesungguhnya telah memanfaatkan ruang digital dengan baik. Persoalannya, remaja atau anak sekolah lebih banyak menggunakannya untuk aktivitas seperti chating, mengunggah foto atau video dan berbagai konten pribadi lain.

“Padahal banyak sekali hal positif dan produktif lain yang bisa dilakukan. Kami ingin membuka wawasan supaya masyarakat Indonesia juga bisa menggunakan teknologi dengan produktif dan bisa bersaing juga dengan negara-negara yang lain. Kalau kita tidak menyiapkan diri dalam proses ini, nanti yang mengisi adalah orang-orang dari luar,” ujar Semuel.

Dirjen, lebih lanjut, mengatakan bila literasi digital merupakan keterampilan dasar dari penyiapan kapasitas SDM di sektor digital. Untuk memahami lebih jauh tentang literasi digital, Semuel mendorong pelajar madrasah mempelajari 4 modul sebagai peta jalan literasi digital 2021-2024, antara lain digital skills, digital ethics, digital safety, dan digital culture.

“Banyak sekali materi yang bisa diunduh terkait pengembangan kecakapan digital yang kami lakukan. Materi-materinya ada di literasidigital.id,” katanya.

Sementara itu, Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama, Muhammad Ali Ramdhani memberikan apresiasi atas kerja sama Kemenkominfo dan Kemenag. Dirinya berharap kerja sama ini mendorong siswa semakin cerdas dan mahir dalam manfaatkan perangkat digital.

Menurut Ali madrasah sesungguhnya sudah akrab dengan dunia digital. Pembelajaran online dengan menggunakan berbagai platform berbasis internet sudah banyak digunakan di berbagai madrasah. Di sisi lain, pelajar juga perlu memperkuat literasi digital yang bermuara pada penciptaan budaya digital atau digital culture yang sehat dan baik pada masyarakat pendidikan.

“Model interaksi antar insan dalam kehidupan bermasyarakat juga ditopang dengan eksistensi media komunikasi yang berbasis teknologi,” ujar Ali. (gonang)

Share This

Mau Kembali asal Langsung Perebutkan Gelar

Bea Cukai Gagalkan Upaya Penyelundupan Pakaian Bekas Ke Semarang