in

Anak-anak Mulai Diizinkan Masuk Mal, Disambut Positif Pihak Pengelola

Suasana Mal Ciputra Semarang, belum lama ini.

 

HALO SEMARANG – Kebijakan dari pemerintah yang mulai mengizinkan anak di bawah usia 12 tahun boleh masuk mal disambut baik oleh pihak pengelola mal yang ada di Kota Semarang. Salah-satunya di Mal Ciputra Semarang. Keputusan ini dianggap bisa menggerakkan perekonomian yang sempat tertatih selama penerapan PPKM darurat beberapa waktu lalu.

Manager Mal Ciputra Semarang, Ani Suyatni mengaku menyambut baik keputusan pemerintah karena kebijakan ini bisa meningkatkan sisi perekonomian, apalagi beberapa waktu lalu mal sempat ditutup total selama penerapan PPKM darurat dan PPKM Level 4.

“Kita sangat optimistis, apalagi saat akhir pekan bisa menjadi momen keluarga jalan-jalan di mal. Biasanya mereka makan bersama sehingga bisa meningkatkan perekonomian,” terangnya Semarang, Minggu (26/9/2021).

Protokol kesehatan (prokes), lanjut Ani, dilakukan secara ketat sesuai yang disyaratkan pemerintah. Misalnya anak-anak harus didampingi oleh orang tua yang sudah vaksin dan terverifikasi dalam aplikasi PeduliLindungi.

Selain itu pihaknya juga mensiagakan security mobile yang mengingatkan orang tua untuk selalu mendampingi anaknya dan juga senantiasa memakai masker dengan benar.

“Kami juga mewajibkan anak-anak untuk memakai masker, utamanya anak yang sudah bisa jalan. Bisa juga memakai face shield apabila masker ini dirasa kurang nyaman buat si anak,” tambahnya.

Menurut dia, dari evaluasi hari pertama saat keputusan tersebut diberlakukan, tingkat kunjungan anak di Mal Ciputra mencapai 5 persen dari total pengunjung. Diprediksi kunjungan ini akan semakin bertambah saat akhir pekan.

“Harapan kami kunjungan ke mal bisa terus membaik, ditambah dengan bioskop sudah buka,” tambah Ani.

Sekretaris Dinas Perdagangan Kota Semarang, Mujoko Raharjo mengatakan, saat ini anak usia di bawah 12 tahun sudah diuji cobakan boleh masuk mal dengan pengawasan orang tua. Tentunya, dengan prokes yang ketat.

“Sudah ada pelonggaran untuk anak-anak di mal, harapannya setelah masa uji coba untuk anak bisa berjalan baik. Pengunjung di mal bisa normal kembali, dan tetap dengan prokes ketat,” katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Semarang, M Abdul Hakam meminta agar pengelola mal menerapkan prokes dengan ketat untuk mengantisipasi terjadinya penularan pada anak. Apalagi anak di bawah 12 tahun ini belum mendapatkan vaksinasi.

“Ventilasi, durasi, dan jarak (VDC) harus benar-benar diperhatikan di setiap toko. Pengisian aplikasi Peduli Lindungi untuk pengunjung harus tetap diberlakukan,” kata Hakam.

Selain itu penataan tempat duduk di rumah makan ataupun pusat kuliner juga harus diperhatikan. Ia juga mewanti-wanti agar management bisa memperhatikan karyawan yang berasal dari luar kota atau mobilitas tinggi.

“Misalnya kalau tidak enak badan, pelayan atau karyawan toko harus bilang sama bosnya untuk istirahat dulu. Kalau istirahat, virusnya bisa dilawan antibodi dalam tubuh,” jelasnya.

Dari pengalaman yang ada, sejauh ini mal dinilai masih aman dari penyebaran Covid-19. Justru, kata dia, pusat perbelanjaan lebih mudah ditata dibanding tempat umum lainnya. Dinkes juga terus melakukan swab random atau skrining terhadap karyawan dan pengunjung di setiap mal.(HS)

Share This

Polres Jepara Kembali Gelar Vaksinasi di Kawasan Obyek Wisata Pantai Bandengan

Satlantas Polres Kendal Berikan Sosialisasi Aplikasi “Peduli Lindungi”