in

Anak-Anak Jadi Nasabah Bank Sampah, Wabup Rembang Nilai “Darling” Layak Jadi Percontohan

Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro bersama rombongan mengunjungi Bank Sampah Darling, di Desa Warugunung, Kecamatan Pancur. (Foto : Rembangkab.go.id)

 

HALO REMBANG – Bank Sampah Unit (BSU) Sadar Lingkungan (Darling) Desa Warugunung, Kecamatan Pancur, dinilai Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro, layak untuk dicontoh oleh desa-desa lain di Kabupaten Rembang. Pengelolaan sampah di desa tersebut melibatkan warga dewasa sampai anak-anak.

Hal itu disampaikan Wakil Bupati Rembang Mochammad Hanies Cholil Barro, saat meninjau aktivitas transaksi sampah di BSU Darling. Kunjungan tersebut dalam rangka menghadiri puncak peringatan World Clean Up Day, yang membawa tagline “Rembang Kudu Resik”, di Balai Desa Warugunung, Jumat (24/9).

Pada kunjungan kali ini, Wabup Rembang hadir bersama Ketua PKK Kabupaten Hj Hasiroh Hafidz dan Wakil Ketua 1 PKK Siti Halimatussya’diyah.

Lebih lanjut Wabup menilai, administrasi, sistem kerja, dan partisipasi warga untuk menjadi nasabah bank sampah ini sudah baik.

“Saya minta DLH memantau terus aktivitas BSU Darling, untuk percontohan desa-desa lain. Di sini semuanya terlibat, anak-anak, ibu-ibu, jama’ah pengajian, nah caranya menggerakkan mereka juga perlu diadopsi juga,” kata dia, seperti dirilis Rembangkab.go.id.

Wabup berharap para pengurus BSU Darling terus semangat, terlebih bisa menularkannya ke desa lain. Karena menurutnya apa yang dilakukan BSU Darling, tidak hanya merupakan wujud pengabdian bangsa dan negara, tetapi juga kepada bumi.

Sementara itu dalam kunjungan tersebut, wabup menyaksikan peran ibu-ibu dan anak-anak, dalam upaya pengelolaan sampah di Desa Warugunung. Mereka membawa sampah untuk dijual ke BSU Darling. Bahkan beberapa anak membawa sampah ke tempat itu dengan bersepeda.

Nuria Fatma Galuh (10), seusai menjual sampah yang dibawanya, dia membawa beragam sampah, seperti kardus dan bekas kemasan makanan kecil. Dia berharap, hasil penjualan sampah itu bisa dikumpulkan untuk membeli pakaian.

“Ada kardus, botol plastik, plastik, ada juga bungkus makanan, bungkus permen. Kalau udah banyak buat beli baju,” kata dia.

Ketua BSU Darling, Candra Hari Wijaya menjelaskan pengurus bank sampah yang dipimpinnya berasal dari berbagai elemen, seperti karang taruna, Ketua RT sampai ibu-ibu PKK.

Adapun yang aktif memilah sampah dan menjualnya ke bank sampah, mulai dari anak-anak sampai dewasa.

“Nasabah kami anak-anak sampai ibu- ibu. Candra menambahkan pihaknya juga bekerja sama dengan ikatan remaja masjid setempat yang memiliki kendaraan roda tiga. Kendaraan tersebut digunakan untuk mengangkut sampah warga dari rumah ke bank sampah.

Seiring dengan gerakan peduli sampah dan aktifnya BSU Darling, dia berharap bisa menjadi solusi atas masalah sampah di desanya.

Kabid Pengelolaan Sampah, limbah B3 dan Peningkatan Kapasitas DLH Kabupaten Rembang, Teguh Sudarsono menuturkan puncak kegiatan digelar di Warugunung, karena BSU Darling berjalan baik, meskipun baru seumur jagung.

“Pertimbangannya bank sampah ini baru, kita memberikan support, agar masyarakat semangat dalam pilah sampah, kami berikan wadah bank sampah,” imbuhnya.

Saat ini ada 102 BSU di Kota Garam. Pihaknya akan mendorong semua desa bisa memiliki bank sampah, agar bisa membantu menyelesaikan permasalan sampah di desa. (HS-08)

Share This

Waspada Pengedar Uang Palsu Muncul Lagi, Lakukan 3D

Tinjau Tes CPNS di UNS, Bupati Blora Minta Peserta Disiplin Laksanakan Prokes