in

Anak-Anak Berprestasi Di Plantungan Didatangi Bupati Kendal, Ini Harapannya

Bupati Kendal, Dico M Ganinduto menyerahkan bantuan bagi rumah tak layak huni kepada keluarga Muzaroah, Jumat (8/10/2021).

 

HALO KENDAL – Usai menunaikkan Salat Jumat sekaligus menyerahkan bantuan kepada Takmir Masjid Baitul Mu’minin, Bupati Kendal, Dico M Ganinduto mengunjungi kediaman Muzaroah, ibu dari dua anak yang berprestasi di Dukuh Wonokerso, Desa Tirtomulyo Kecamatan Plantungan, Jumat (8/10/2021).

Bupati didampingi Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Kendal, Wahyu Yusuf Akhmadi, serta Kabag Kesra, Rozi, juga rombongan dari Baznas Kendal.

Usai menemui keluarga Muzaroah sekaligus mencoba mengelola emping mlinjo, Bupati Kendal Dico M Ganinduto kepada wartawan mengatakan, dirinya menyerahkan bantuan untuk Rumah Tak Layak Huni dari Baznas Kendal sebesar Rp 15 juta.

“Terus ada bantuan dari Dinas Pendidikan untuk anak-anaknya. Kemudian uang pembinaan dari saya pribadi,” ujarnya.

Menurut Dico ini sangat membanggakan sekali dan bisa menjadi contoh bagi masyarakat Kendal lainnya.

“Untuk itu saya meminta kepada ibu Muzaroah agar kedua anaknya tidak pergi dari Kabupaten Kendal, kita akan berkolaborasi untuk bisa membangun sekolah inklusi tentunya dan teknologi-teknologi. Selain itu kita akan bentuk lembaga riset yang dibangun dan dilakukan oleh warga aseli Kendal yang berprestasi. Harapannya ke depan bisa memberikan manfaat bagi pendidikan inklusi di Kabupaten Kendal,” ungkap Bupati.

Muzaroah adalah ibu dari Sayidatul Maslahah dan Nur Milati. Kedua putrinya tersebut mendapatkan beasiswa bidik misi selama menempuh pendidikan S1.

Bahkan keduanya lulus jenjang pendidikan S1 dengan predikat Cumlaude dan Sayidatul Maslahah lulus jenjang S2 (pendidikan luar biasa) di Universitas Negeri Yogyakarta (UNY) dan adiknya Nur Milati (Meteteonika) lulus S1.

Yang mengharukan, selama ini mereka hidup dengan serba kekurangan. Menurut adik dari Muzaroah, Abdul Azis, keluarga Muzaroah menggantungkan hidup dengan menjadi buruh pembuat emping mlinjo.

“Suami kakak saya itu meninggal dunia pada tahun 2002, saat itu Sayidatul masih berusia lima tahun. Sedangkan adiknya Nur Milati masih berusia dua tahun. Ibu Muzaroah menghidupi keluarga dan menyekolahkan anak dari pendapatan sebagai buruh emping,” ungkapnya.

Dirinya mengaku bersyukur, kedua keponakannya tersebut bisa berprestasi sejak kecil hingga remaja.

“Semua jenjang mereka yang terbaik dan menjadi nomor satu. Alhamdulillah mereka lulus S1 dengan predikat terbaik. Bahkan Sayidatul juga lulus S2 dengan predikat terbaik;” ujar Abdul Azis dengan bangga.

Di tempat yang sama, Kepala Desa Tirtomulyo, Achmad Sulis mengaku bangga memiliki warga yang cerdas dan membawa nama harum desa, bahkan Kabupaten Kendal. Dirinya mengaku salut atas perjuangan Muzaroah dan berharap, keduanya bisa mengembangkan ilmu agar bermanfaat, demi kemajuan desa dan Kabupaten Kendal tentunya.

“Kami semua berharap, adik Sayidatul Maslahah dan Nur Milati tidak bekerja atau berdinas di luar Kendal. Ayo berikan ilmu kalian buat kemajuan desa dan masyarakat Kabupaten Kendal. Kami bangga pada kalian,” ungkap Akhmad Sulis.

Sementara itu, Sayidatul Maslahah mendampingi ibunya, Muzaroah dan ditemani adiknya, Nur Milati dengan haru mengucapkan terima kasih atas bantuan yang diberikan.

Baik dari Pemerintah Kabupaten, uang pembinaan dari Bupati maupun dari Baznas Kendal.
Ia berjanji akan berkerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Kendal dalam mengembangkan riset, melalui lembaga riset di Kendal.

“Saya tadi juga diajak pak bupati untuk mengembangkan riset di Kendal dan pendidikan inklusif dan adik saya juga ditawari kolaborasi di bidang tekhnologi. Karena adik saya kebetulan di bidang robotika dan sekarang sedang mengembangkan mendirikan lembaga teknologi,” papar Sayidatul.

Sebagai penutup dirinya berpesan kepada pelajar dan generasi muda di Kendal, meski di tengah keterbatasan dan hambatan di masa pandemi, kita tetap semangat.

“Jangan patah semangat. Selama ada niat pasti ada jalan yang ditunjukka Allah SWT. Selain itu jangan takut bermimpi, karena semua yang saya capai juga berawal dari mimpi. Dulu saya pernah menulis di sebuah kertas bahwa saya akan lulus S2 dan adik saya S1. Alhamdulillah tercapai,” pungkasnya.(HS)

Share This

Persiapan Pertama Hadapi Seri Kedua BRI Liga 1, Ini Program Pelatih Baru PSIS

Dampak Bibit Siklon Tidak Langsung di Semarang, Begini Imbauan BMKG