in

Ambil Gambar di Ikon-Ikon Boyolali, Seno Samodro Cover Lagu Sst Si Betis Indah

Cuplikan video clip Seno Samodro meng-cover “Sst si Betis Indah” Ade Manuhutu. (Sumber : Tangkapan Layar Youtube Seno Samodro)

 

HALO BOYOLALI – Enam bulan setelah melepas jabatan menjadi Bupati Boyolali, Seno Samodro menunjukkan kepiawaiannya dalam tarik suara. Di penghujung Agustus ini, Seno grup Moccacino, menuangkan kreativitasnya dengan men-cover  atau menyanyikan kembali lagu yang pernah dipopulerkan Ade Manuhutu, berjudul “Sst si Betis Indah”.

Bertempat di kedai kopi di Kawasan Simpang Siaga Boyolali, Senin (30/8), lagu ini resmi diliris dan dapat disaksikan penggemar di kanal Youtube Seno Samodro.

Mantan Bupati Boyolali yang menjabat 3 Agustus 2010 hingga 3 Agustus 2015 itu, mengungkapkan kebahagiaannya bisa meng-cover lagu yang dia gemari, sejak saat masih duduk di bangku SMP ini.

Menuurut dia, lirik lagu tersebut juga mengingatkannya saat masih menjadi mahasiswa yang hobi mengunjungi perpustakaan.

“Lagu ini ngetop pada saat saya SMP. Tetapi kisah yang saya alami, terjadi waktu kuliah. Karena saya sering ke perpustakaan ada cewek cakep, betisnya indah, sehingga lagu ini saya terngiang-ngiang terus,” kata Seno, seperti dirilis Boyolali.go.id.

Dalam membuat video klip berdurasi 4:20 menit ini, Seno dan tim mengambil video di sejumlah ikon Boyolali, sekaligus memperkenalkan Kota Susu lebih luas.

“Lokasi pengambilan di seluruh ikon Boyolali. Jadi di (replika) Borobudur Tiga Menara, Patung Kuda. Salah satunya membranding Boyolali, isinya salah satunya itu, jadi selalu lokasinya di Boyolali juga,” terang Seno.

Diakuinya, meski hanya tampil beberapa detik, namun Seno mengaku proses perekaman lagu dan pembuatan video menguras tenaga dan pikiran, karena cukup rumit.

Bersama 16 kru yang terlibat dalam pengambilan video klip, Seno mengatakan proses rekam suara menghabiskan waktu satu bulan. Selain itu untuk proses pembuatan video hingga proses produksi, juga mencapai satu bulan.

Disinggung mengenai lagu yang akan diluncurkan lagi, pihaknya telah menyiapkan dua lagu lagi.

Sementara itu menurut sang kameramen, Nur Setiawan mengungkapkan kesulitan dalam pembuatan video klip. Menurutnya, karena sebagian besar aktor tidak memiliki latar belakang akting, butuh waktu yang lama untuk mendapatkan gambar yang bagus.

“Hampir semua talent yang ada di video tidak ada basik teater atau basic acting, jadi untuk mereka akting itu sulit. Jadi menunggu momen biar raut-raut wajah itu keluar,” kata pria yang akrab disapa Ucil ini. (HS-08)

Share This

Menerapkan Prinsip Berbagi Di Masa Pandemi

DPRD Boyolali Setujui Perubahan APBD 2021