in

Amankan Stok Kebutuhan Pangan Jelang Lebaran, Dewan: Harus Ada Sinergi Pemerintah dan Masyarakat

Dialog interaktif DPRD Kota Semarang yang disiarkan langsung oleh salah satu televisi lokal swasta bertempat di Hotel Normans, Senin (10/5/2021).

 

HALO SEMARANG – Wakil Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Semarang, Mualim meminta kepada pemerintah Kota Semarang dalam hal ini Dinas Ketahanan Pangan, untuk bersinergi dengan masyarakat maupun pihak produsen bahan pangan guna mengamankan kebutuhan pangan masyarakat. Khususnya saat Ramadan dan jelang Lebaran.

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, harus ada upaya pemerintah untuk bisa mempersiapkan kebutuhan pangan masyarakat. Dan bagaimana agar bahan pangan ini bisa suprlus atau tersedia semuanya.

“Harus dipikirkan juga, bagaimana harga bahan pangan dan kebutuhan pokok ini bisa stabil. Agar bisa stabil jangan sampai ada permainan tengkulak atau penimbun. Kalau hal ini terjadi pasti akan ada kelangkaan barang di pasaran dan pasti harga akan naik,” kata Mualim, saat menjadi nara sumber dialog interaktif DPRD yang ditayangkan secara langsung salah satu televisi lokal, Senin (10/5/2021).

“Sehingga harus ada sidak pasar, satgas pangan harus koordinasi terus antar-kelurahan dan kecamatan. Agar tidak ada gejolak di masyarakat akibat lonjakan harga yang signifikan tersebut. Dan yang terpenting harga bisa dijangkau oleh semua kalangan menengah keatas maupun menengah kebawah, di moment Lebaran ini,” imbuhnya.

Syukur -syukur, kata dia, pemerintah bisa mensubsidi kebutuhan pangan masyarakat seperti daging sapi dengan kualitas baik. Agar kebutuhan yang menjadi konsumsi masyarakat saat hari raya, harganya terjangkau.

“Sehingga masyarakat bisa menikmati pangan, khususnya daging dan protein lain dengan kualitas baik,” harapnya.

Di kesempatan yang sama, Kepala Dinas Ketahanan Pangan Kota Semarang, Tri Supriyanto mengatakan, untuk stok kebutuhan pangan di Kota Semarang jelang Lebaran Idul Fitri tahun ini dirasa masih aman.

Terkait harga kebutuhan pangan, pihaknya punya petugas pengawas harga di 16 kecamatan, yang bertugas memantau setiap hari harga kebutuhan bahan pangan.

“Saat ini stok mulai beras, daging dan minyak goreng masih aman. Bahkan stok melimpah di pasaran karena ada kebijakan larangan mudik, sehingga warga dari luar kota tidak masuk ke Semarang,” katanya.
Memang sebelumnya, sempat ada lonjakan harga cabai, dan daging tapi saat ini berangsur-angsur mulai normal.

“Saat ini kenaikan masih terpantau terkendali,” ujarnya.

Sementara pembicara lain, Ngargono, Ketua LP2 K Semarang mengatakan, selama Pandemi Covid-19 stok kebutuhan pangan aman dan tidak ada kekurangan yang signifikan.

Sebab, ada kebijakan dari pemerintah yang melarang mudik, sehingga di Provinsi Jateng ini yang merupakan salah satu daerah jujugan pemudik dari beberapa provinsi lainnya, tidak terlalu banyak disinggahi pendatang.

“Tapi dari pengamatan saya yang perlu diwaspadai justru terkait penurunan kualitas komoditas, karena penurunan daya beli masyarakat. Misalnya makanan takjil untuk berbuka yang masih menggunakan zat pewarna dan sebenarnya tidak layak konsumsi, yang beredar di pasaran. Data dari BPOM, persoalan seperti ini tidak ada perbaikan tiap tahunnya, dan malah cenderung naik signifikan,” ujarnya.

Hal ini, kata dia, menunjukkan peredaran zat di dalam bahan makanan yang tidak diperbolehkan untuk dikonsumsi itu masih ada.

“Jangan dianggap sepele inilah yang memberikan konstribusi berbagai penyakit. Memang efeknya tidak seketika dirasakan tapi jangka panjang, jika zat tersebut dikonsumsi oleh masyarakat. Dan saya memberikan masukan kepada pemerintah atau dinas terkait, kalau sidak harus di produsen-produsen atau distributor sembako besar. Kalau beras ya di pasar Dargo, dan gula itu di beberapa agen gula yang besar, agar bisa diketahui berapa stok yang ada dan kenapa harganya bisa naik,” pungkasnya.(HS)

Share This

Perempuan Tani HKTI Kembali Bagikan Sembako, Kali Ini Kepada Warga Gayamsari

Bupati Pantau Pelaksanaan Vaksinasi di Masjid Al Muttaqin