Aktivitas Merapi : Hembusan 15 kali Gempa 71 kali


Puncak Merapi berkabut. (Foto : boyolali.go.id)

 

HALO BOYOLALI – Gunung Merapi terus menunjukkan aktivitasnya sejak naik status dari Waspada atau Level II menjadi Siaga atau Level III. Dipantau melalui Pos Pengamatan Gunung Merapi di Desa Jrakah, Kecamatan Selo gunung aktif ini mengalami perkembangan setiap saat.

“Untuk aktivitas pemantauan dari pukul 06.00-12.00 aktivitas gunung merapi secara visual tampak ada kabut,” kata Petugas Pos Pengamatan Gunung Merapi di Desa Jrakah, Ahmad Sopari.

Berdasar data, tercatat 16 kali guguran, gempa hembusan 15 kali, gempa hybrid/fase banyak sejumlah 71 kali, gempa vulkanik dangkal sebanyak tujuh kali dan gempa tektonik sebanyak satu kali. Selain aktivitas tersebut, tercatat juga guguran yang terpantau dari pos Babadan.

“Untuk suara gemuruh tercatat satu kali dari arah Pos Babadan,” ungkapnya seperti dilansir Halo Semarang dari boyolali.go.id, Rabu (18/11).

Sementara itu, warga Dusun Sepi dan Kajor di Desa Jrakah, Kecamatan Selo mulai mengungsi ke daerah aman. Sebanyak 83 orang telah diungsikan ke Tempat Penampungan Pengungsi Sementara (TPPS) desa setempat. Akan tetapi, karena kelompok rentan di Dukuh Sepi masih ada yang belum dievakuasi, maka sejumlah relawan membuat posko tambahan karena jumlahnya kurang memadai.

“Di TPPS tidak mencukupi kita membuat lagi di gedung SD Jrakah 2. Agar di tengah pandemi ini warga terjaga adanya pandemi,” terang Kepala Desa Jrakah, Tumar.

Hal tersebut dilakukan karena masih ada 300 kelompok rentan yang perlu dievakuasi, namun TPPS desa setempat hanya bisa menampung 90-100 orang. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.