Aktivitas Meningkat, Gunung Sindoro Dipantau

Petugas mengamati perkembangan aktivitas dan kegempaan Gunung Sindoro melalui layar monitor. (Foto : Temanggungkab.go.id)

 

HALO TEMANGGUNG – Masyarakat yang tinggal di lereng Gunung Sindoro, baik di Temanggung maupun Wonosobo, diminta tenang tetapi tetap waspada, berkaitan dengan peningkatan aktivitas vulkanik Gunung Sindoro. Peningkatan aktivitas memang sedang terjadi, tetapi masih dalam batas normal.

“Memang ada kenaikan suhu udara panas di wilayah Gunung Sindoro. Volume curah hujan naik dan tekanan udara juga naik. Namun dengan kenaikan suhu, udara dan curah hujan itu aktifitas Gunung Sindoro masih batas normal,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Temanggung Dwi Sukarmei, seperti dirilis Temanggungkab.go.id, kemarin.

Masyarakat juga bisa melakukan aktifitas seperti biasanya, tetapi jangan sampai mendekati bibir kawah dengan radius 200 meter.

“Aktivitas vulkanik Gunung Sindoro kalau sedang meningkat itu salah satu parameternya adanya kenaikan suhu kawah. Kondisi itu hanya terjadi di kawah saja, tidak sampai mempengaruhi suhu global di Temanggung,” imbuh Dwi.

BPBD Temanggung juga terus melakukan koordinasi dengan petugas Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) dan juga petugas di Pos Pengamatan Gunung Api Sindoro-Sumbing di Desa Gentingsari, Kecamatan Bansari untuk memantau perkembangan aktifitas vulkanik Sindoro.

‘’Kami telah merapatkan satgas dari BPBD dengan berkoordinasi dengan beberapa pihak, seperti PVMBG dan petugas pos pengamatan untuk bersiaga penuh jika terjadi peningkatan diambang batas normal,” tambahnya.

Berdasarkan pantauan di Pos Pengamatan Gunung Api Sindoro-Sumbing pada Tanggal 10 Februari, di sekitar Gunung Sindoro cuaca berawan, mendung hingga hujan dengan pergerakan angin lemah hingga sedang dari arah utara, barat daya, barat dan barat laut.

Sementara untuk suhu udara berada pada angka 19 – 21 derajat Celcius, dengan kelembaban udara 100 persen, dan tekanan udara 676,1 – 676,9 mmHg.

Sementara untuk jumlah kegempaan hembusan terjadi 1 kali dengan amplitudo 10,37 mm dan durasi 17,66 detik. Kegempaan vulkanik dangkal sebanyak 8 kali dengan amplitudo 2,28 mm dan durasi 7-15 detik.

Kegempaan vulkanik dalam terjadi sebanyak 40 kali dengan amplitudo 1-31 mm dan durasi 9-24 detik. Sedangkan untuk kegempaan vulkanik jauh terjadi sebanyak 6 kali dengan amplitudo 2-26 mm dan durasi 68-441 detik. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.