in

Aksi Tayek, Nekat Panjat Pohon Tinggi Tanpa Pengamanan Demi Menyelamatkan Burung Langka

Aksi Tayek saat menyelamatkan burung Nuri Bayan dengan memanjat pohon randu setinggi kurang lebih 30 meter pada Jumat (16/7/2021).

 

HALO SEMARANG – Aksi Tayek, warga Kelurahan Jabungan, Kecamatan Banyumanik menyelamatkan burung Nuri Bayan dengan memanjat pohon randu setinggi kurang lebih 30 meter tanpa menggunakan tali pengaman menjadi sorotan warga, Jumat (16/7/2021).

Tayek sebelumnya dihubungi warga sekitar, yang melihat ada burung langka yang terjebak di atas pohon randu di pinggir Jalan Ngesrep Timur 5, Kelurahan Sumurboto, Kecamatan Banyumanik, atau diseberang kantor Kecamatan Banyumanik, Semarang.

Penyebab burung tak bisa bergerak lantaran kaki kanan burung tersangkut di ranting pohon.

Burung tersebut terlihat tak memiliki insting bertahan hidup di alam liar yang baik, karena diduga sudah dipelihara oleh manusia sejak lama. Warga yang mengetahui hal itu lantas segera melakukan penyelamatan dengan menghubungi Tayek, sang pemburu burung asal Jabungan, Banyumanik.

Berbekal keahlian memanjat, sebuah tangga kecil, dan sebatang bambu yang dibawanya, dia menyelamatkan burung malang itu. Tanpa ragu Tayek memanjat pohon dengan cekatan meski tak menggunakan pengamanan tali sama sekali.

Burung terjerat ranting kecil sehingga harus dijangkau dengan galah sepanjang 2 meter. Dan setelah ia berjuang, akhirnya burung tersebut berhasil dijangkau lalu mengaitkan rantai burung di tubuhnya, kemudian Tayek turun dari pohon.

“Gak ada kendala, gampang tadi ngambilnya,” ujar Tayek singkat.

Proses evakuasi burung yang dilindungi undang-undang itu hanya butuh waktu sekira 30 menit. Dan aksi penyelamatan burung itu juga menjadi tontonan warga sekitar maupun pengendara yang melintas.

Haryanto salah satu warga mengatakan, awalnya dia melihat burung Nuri Bayan terjebak di ranting. Dia bersama warga sempat akan menghubungi petugas Pemadam Kebakaran Kota Semarang.

“Namun satpam kecamatan ada yang kenal sama temannnya yang ahli manjat pohon lalu diminta untuk evakuasi,” bebernya.

Dia menjelaskan, menurut informasi burung tersebut milik warga yang tinggal tak jauh dari lokasi kejadian. Setelah berhasil diamankan, burung itu akhirnya ditebus oleh pemilik yang selama ini memeliharanya.

Pemilik burung yang enggan disebutkan namanya menjelaskan, burung yang ia pelihara itu lepas tadi malam dari sangkarnya.

Diketahui, burung dengan nama latin eclectus roratus ini berasal dari wilayah Kepulauan Solomon, Nugini, Sumba, Maluku serta Australia bagian timur laut.

Nuri Bayan telah dilindungi oleh undang-undang RI no 5 tahun 1990 tentang Konservasi Sumberdaya Alam Hayati dan Ekosistemnya, dengan dimasukkannya sebagai daftar lampiran pada Peraturan pemerintah no 7 tahun 1999 tentang pengawetan jenis tumbuhan dan satwa liar.(HS)

Share This

Seorang Pria Meninggal Dunia Saat Mengendarai Sepeda Motor

Perusahaan Kosmetik asal Semarang Ini Salurkan Bantuan Bagi Warga Terdampak Pandemi