Aksi Pelatih Lokal Vs Pelatih Asing di Semifinal Piala Menpora 2021

Pelatih Persija Jakarta Sudirman. (Foto dok/persija.id).

 

HALO SPORT – Piala Menpora 2021 menjadi bukti kemampuan pelatih lokal dalam membangun dan menata skuad. Pelatih Sudirman dan Syamsuddin Batola menjadi dua pelatih lokal yang sukses mengantarkan tim asuhannya mencapai semifinal Piala Menpora 2021.

Sudirman yang menangani Persija Jakarta dan Syamsuddin, pelatih PSM Makassar, bersaing dengan duo asing, Robert Rene Alberts dan Dejan Antonic di babak 4 besar.

Alberts, pelatih asal Belanda, yang membawa Persib Bandung memuncaki Liga 1 2019-20 yang kemudian dihentikan karena pandemi Covid-19.

Meski ditinggalkan sejumlah pemain pilar seperti Kim Jeffrey Kurniawan dan Fabiano Beltrame, namun dia masih bisa mengantarkan Maung Bandung ke semifinal turnamen pramusim ini.

Persib pun berpeluang ke final setelah menang 2-1 atas PSS di laga pertama semifinal.

Sementara, Dejan Antonic merupakan pelatih asal Serbia yang sejak musim lalu menangani PS Sleman.

Dejan merupakan bagian dari ‘zlatna generacija’ (generasi emas) Yugoslavia, termasuk di antaranya Robert Jarni, Igor Stimac, Zvonimir Boban, Robert Prosinecki, Predrag Mijatovic dan Davor Suker.

Deretan pemain bintang yang membawa klub-klub besar Eropa seperti AC Milan dan Real Madrid meraih berbagai trofi.

Sukses Sudirman dan Syamsuddin meloloskan tim-timnya ke semifinal menunjukkan pelatih lokal pun tetap layak diperhitungkan.

Sebelumnya, pelatih Rahmad Darmawan (Madura United), Joko Susilo (Persik Kediri), Aji Santoso (Persebaya Surabaya), sampai Widodo C. Putro (Persita Tangerang), telah gagal.

Tim-tim asuhannya berguguran di babak awal maupun perempat final.

Menariknya, Sudirman dan Syamsuddin sesungguhnya bukan pelatih kepala. Sudirman berstatus asisten pelatih Sergio Farias (Brasil) yang menangani Persija di kompetisi.

Namun Persija tak lagi dilatih Farias dan Sudirman yang kemudian membawa Macan Kemayoran di Piala Menpora 2021.

Situasi sama dengan Syamsuddin yang sebelumnya bertugas sebagai asisten pelatih PSM pada 2019.

Terakhir, dia justru menjadi pelatih kepala akademi PSM. Saat pelatih asal Kroasia Bojan Hodak tak menangani tim berjuluk Juku Eja, Syamsuddin yang kemudian ditunjuk membawa Zulkifli Syukur dkk ke turnamen ini.

Syamsuddin sempat diragukan dan menjadi sorotan karena memilih memaksimalkan pemain lokal saat PSM berlaga di Piala Menpora 2021.

Namun dirinya membuktikan skuad lokal mampu menembus semifinal. Keberhasilan PSM menjadikan kinerja Syamsuddin mendapat pujian.

Bagaimana dengan Sudirman? Tidak jauh berbeda karena Persija tak diunggulkan. Tim ditinggalkan Evan Dimas yang kembali ke Bhayangkara Solo FC.

Hanya, skuad masih solid dengan mengandalkan Marko Simoc, Riko Simanjuntak, Marco Motta, Mark Klok sampai Novri Setiawan dan kapten sekaligus kiper Andritany Ardhiyasa. Tim Persija pun tidak kalah untuk bersaing di Piala Menpora 2021.

Hasilnya, mereka mampu menembus semifinal. Setelah kalah 2-0 dari PSM di laga pertama, performa Persija mulai menanjak. Bahkan juara Liga 1 2018 ini menghajar Borneo FC 4-0 dan menang atas Bhayangkara FC (2-1) dan Barito Putera (1-0).

Cukup Menjanjikan

Kinerja Sudirman tampaknya cukup menjanjikan di Piala Menpora. Ini juga menjadi tambahan referensi dari CV eks kapten tim nasional ini yang sukses menangani Persija.

Paling tidak, Sudirman termasuk jajaran pelatih lokal yang kian diperhitungkan.
Hal yang menggembirakan mengingat dominasi pelatih asing yang memang cukup kentara di Liga 1.

Bagaimana tidak, hampir sebagian klub elite memilih pelatih dari luar Indonesia.

Kondisi ini pernah dikritik almarhum pelatih Joko Susilo karena pelatih lokal jarang mendapat kesempatan menangani klub dari kasta tertinggi.

Tak heran bila pelatih berlisensi A AFC atau bahkan AFC Pro justru menangani klub Liga 2 atau Liga 3 dan akademi.

Di satu sisi tentu ini hal yang bagus karena pemain dari divisi bawah yang hendak ke liga tertinggi sudah mendapat polesan dari pelatih berlisensi A AFC.

Namun di sisi lain, pelatih tersebut seharusnya lebih pas bila menangani klub profesional di liga tertinggi.

Sayangnya, posisi itu tak mudah diperoleh. Mereka harus bersaing ketat dengan pelatih asing untuk mendapatkan posisi di klub Liga 1.

Apalagi sebagian pelatih asing punya kebiasaan membawa gerbong asisten pelatih sendiri. Akibatnya, peluang lokal kian tergerus karena posisi asisten pun menjadi milik asing.

Aksi pelatih lokal, Sudirman dan Syamsuddin, yang diorbitkan Piala Menpora 2021 menunjukkan sepak bola nasional tak kekurangan produk asli. Mereka mampu membuktikan polesannya tak kalah ciamik.

Bagaimana jadinya bila Persija masih bersama Farias dan PSM tetap ditangani Hodak. Sudah pasti babak semifinal sepenuhnya menjadi milik asing.

Kehadiran Sudirman dan Syamsuddin yang kebetulan sama-sama masih berusia 50-an setidaknya memberi warna tersendiri di dunia kepelatihan.

Bursa pelatih bakal makin ketat saat memasuki Liga 1 musim 2021 karena mereka memiliki tawar yang cukup bagus.

Turnamen Piala Menpora 2021 memang memberi kesempatan pelatih lokal unjuk kemampuan. Bila sebelumnya mereka menjadi pilihan kedua, kini Sudirman dkk berpeluang menjadi pilihan pertama sebuah klub Liga 1.

Sayangnya, Sudirman dan Syamsuddin sudah harus bersua di semifinal. Mereka saling jegal demi tiket ke final. Lawannya, tim asuhan Dejan Antonic atau Alberts.

Lalu apakah ada yang salah dengan pelatih asing? Tentu tidak. Mereka menjadikan tim kian berkualitas.

Tak bisa dipungkiri bila keberhasilan pelatih asing di klub elite karena prestasi yang sudah ditorehkan.

Alberts pernah membawa Arema FC juara Liga Indonesia 2010. Dia juga mengantarkan PSM menduduki runner up Liga 1 2018.

Musim lalu, Persib diantarnya menduduki puncak klasemen liga. Sayangnya, kompetisi dihentikan.

Aksi pelatih lokal di Piala Menpora 2021 memang mengesankan. Sebaliknya, kehadiran pelatih asing tetap akan mendongkrak kualitas pelatih lokal. Ada sinergi dari mereka untuk sepak bola Indonesia.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.