in

Aksi ‘Gemas’ Mahasiswi KKN Undip Ingatkan Pentingnya Pakai Masker

Novalia Jaya Putri satu di antara mahasiswi KKN TIM II Undip Semarang melakukan aksi gerakan menggunakan masker di Desa Kepuh, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang.

 

HALO SEMARANG – Memakai masker di masa pendemi Covid-19 sudah menjadi kewajiban setiap insan dalam melakukan segala aktivitas. Cara itu dianjurkan pemerintah untuk mencegah penyebaran virus asal Wuhan, Tiongkok ini.

Namun, seiring berjalannya waktu, masih banyak ditemukan kesalahan dalam penggunaannya. Terutama di daerah jauh dari sebuah perkotaan.

Sebagai mahasiswi yang menempuh Kuliah Kerja Nyata (KKN) TIM II Universitas Diponegoro (Undip) Semarang, Novalia Jaya Putri terdorong untuk memberikan gerakan menggunakan masker (Gemas) kepada masyarakat Desa Kepuh, Kecamatan Limpung, Kabupaten Batang.

Aksi itu dilakukannnya, karena sesuai dengan tema besar dari KKN, yaitu “Pemberdayaan Masyarakat di Tengah Pandemi Covid-19 yang Berbasis pada Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (SDG’s)”.

“Meski pandemi sudah berlangsung lebih dari setahun, masih banyak masyarakat yang tidak benar dalam memakai masker. Banyak kesalahan yang terjadi ketika menggunakan masker, antara lain masker yang melorot di bawah hidung, masker yang tidak menutup dagu, dan masker yang terlalu longgar. Pemakaian masker yang tidak tepat itu lah yang membuat virus cepat masuk kedalam hidung dan mulut,” tutur Nova, sapaan akrab Novalia, Jumat (30/7/2021).

Gemas, lanjut Nova, dikemas dengan desain menarik dicetak menjadi poster yang dipasang di setiap lokasi strategis. Selain itu, ia juga memberikan sosialisasi secara langsung dengan protokol kesehatan ketat, dengan menyasar remaja desa.

“Sosialisasi yang dilakukan berisi materi mengenai cara menggunakan masker yang tepat, manfaat menggunakan masker, dampak yang terjadi jika menggunakan masker, dan dampak yang terjadi jika tidak menggunakan masker,” imbuh mahasiswi Departemen Administrasi Bisnis angkatan 2018 ini.

Adanya program KKN Undip Semarang tersebut nampaknya disambut positif oleh masyarakat setempat. Satu di antara peserta yang mengikuti sosialisasi menyatakan akan menyebarluaskan informasi penggunaan masker dengan benar.

“Saya jadi tahu apa saja manfaat masker dan dampak apa yang terjadi jikalau saya tidak menggunakan masker. Termasuk juga saya jadi lebih tahu bagaimana menggunakan masker yang tepat,” ujar satu di antara remaja desa yang mengaku bernama Doni.(HS)

Share This

Menipisnya Stok Vaksin di Semarang Jadi Perhatian Kantor Staf Presiden

Liga 2 Belum Pasti, PSIM Yogyakarta Terpaksa Potong Gaji Pemain