in

Akselerasi Kualitas Pendidikan, Kota Semarang Kerja Sama dengan Tanoto Foundation

Wakil Wali Kota Semarang Hevearita G Rahayu dan Direktur Tanoto Foundation, M Ari Widowati usai menandatangani naskah MoU yang disaksikan oleh Koordinator Provinsi TF Jateng, Nurkolis (kiri) dan Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang, Gunawan Saptogiri (kanan).

 

HALO SEMARANG – Peningkatan kualitas pendidikan merupakan tanggung jawab bersama antara pemerintah, sektor swasta, dan masyarakat. Hal tersebut sesuai amanat Undang-undang Nomor 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Keterlibatan ini semakin penting di tengah pandemi Covid 19 untuk mendukung upaya pemerintah memberikan layanan pendidikan terbaik.

Kehadiran Tanoto Foundation di Kota Semarang melalui program Pengembangan Inovasi untuk Kualitas Pembelajaran (PINTAR) merupakan kejutan tersendiri di tengah masa sulit sektor swasta.

Secara khusus, Wakil Wali Kota Semarang, Hevearita G Rahayu mengucapkan terima kasih kepada Tanoto Foundation atas kerja sama Peningkatan Kualitas Pendidikan di Kota Semarang.

Hal tersebut di sampaikan oleh Mbak Ita, sapaan akrab Hevearita G Rahayu, saat menandatangani nota kesepahaman (Memorandum of Undaterstanding-MoU) antara Tanoto Foundation dengan Pemerintah Kota Semarang dalam peningkatan kualitas pendidikan dasar di Ruang Wakil Wali Kota Semarang, Jumat (4/6/2021).

“Saya berharap, interaksi proses belajar mengajar dengan model blended learning yang dilatihkan oleh Tanoto Foundation memberikan semangat belajar kepada para siswa, guru, dan mendapatkan dukungan orang tua,” papar Mbak Ita saat beraudiensi dengan Direktur Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, M Ari Widowati.

Mbak Ita mengucapkan terima kasih atas kesediaan Tanoto Foundation mendampingi Dinas Pendidikan Kota Semarang untuk meningkatkan kualitas pendidikan dasar. Dirinya juga berharap agar kerja sama ini tidak hanya di bidang pendidikan dasar saja, tetapi diperluas ke kerja sama bidang PAUD terutama edukasi penanganan stunting di Kota Semarang.

“Permasalahan stunting tidak hanya terkait dengan masalah ekonomi, tapi juga berhubungan erat dengan masalah edukasi gaya hidup masyarat. Ada sebagian kasus stunting di Kota Lumpia ini justru dialami oleh keluarga dengan status ekonomi menengah ke atas,” ujar ketua tim percepatan penanganan stunting di Kota Atlas ini.

Juga disampaikan, bahwa pada tahun 2020 lalu ada 3% masyarakat Kota Semarang menderita stunting. Tahun ini telah dilakukan pemetaan dan temuan menyebar di 25 kelurahan yang rawan stunting.

Direktur Pendidikan Dasar Tanoto Foundation, M Ari Widowati menyampaikan bahwa lembaga filantropi ini berkomitmen untuk bersinergi dengan Pemerintah Daerah dalam meningkatkan kualitas pendidikan.

Karena Tanoto Foundation memiliki filosofi, pendidikan berkualitas meningkatkan kesetaraan peluang. Melalui program Sigap, Pintar dan Teladan lembaga ini berharap dapat berkontribusi kepada pendidikan di Indonesia.

“Saat ini kami sudah berkerja sama dengan 24 Kabupaten/Kota di Indonesia yang menyebar di 5 provinsi dan berkerja sama dengan 13 Universitas di Indonesia penghasil guru atau disebut LPTK (Lembaga Pendidikan Tenaga Kependidikan). Di Jawa Tengah sudah bekerja sama dengan Kabupaten Kendal, Wonogiri, Cilacap, Banyumas, Tegal, Kota Semarang, UIN Walisongo Semarang, dan Universitas Negeri Yogyakarta di DIY,” ungkapnya.

Kerja sama dengan Pemerintah Kota Semarang ini melalui Program PINTAR bertujuan untuk meningkatkan kemampuan siswa dalam, sains, numerasi dan literasi yang selama ini masih rendah.

Berdasarkan ukuran internasional dalam bidang matematika dan IPA, posisi Indonesia berada di peringkat 72 dari 77 negara yang disurvey oleh PISA. Oleh karena itu, Program PINTAR ini sangat strategis perannya dan sejalan dengan SDG (Sustainable Development Goals) ke 4.1.1 tentang peningkatan kualitas pendidikan.(HS)

Share This

Rakorbid Kepegawaian, Wujudkan ASN Kendal Bebas Korupsi

Pemberangkatan Ibadah Haji 2021 Batal, Calon Haji Diharapkan Sabar