Akibat Pandemi Covid-19, Angka Kemiskinan Kabupaten Blora Meningkat

Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi, memimpin rapat koordinasi (rakor) perdana bersama jajaran Pemkab Blora. (Foto : Blorakab.go.id)

 

HALO BLORA –  Pandemi Covid-19 berdampak pula pada peningkatan angka kemiskinan di Kabupaten Blora. Oleh karena itu, Pemkab mengajak semua pihak bisa berperan dalam pemulihan ekonomi tersebut.

Hal itu diungkapkan Bupati Blora H Arief Rohman SIP MSi, ketika memimpin rapat koordinasi (rakor) perdana bersama jajaran Pemkab Blora.

Rakor di ruang pertemuan Sekda Blora, Senin (1/3), tersebut dihadiri pula oleh Wakil Bupati Blorea Tri Yuli Setyowati ST MM dan Sekda Blora Komang Gede Irawadi SE MSi, Asisten Sekda, Kepala Perangkat Daerah, Camat, dan Staf Khusus Bupati.

Arief Rohman mengungkapkan, bahwa dampak pandemi Covid-19 bagi Kabupaten Blora adalah meningkatnya angka kemiskinan.

“Tahun 2019, angka kemiskinan kita ada di angka 11.32 persen, sedangkan di tahun 2020 naik menjadi 11.96 persen. Oleh karena itu, kita perlu fokus untuk meningkatkan kembali angka pertumbuhan ekonomi ini,” ungkap Arief Rohman, seperti dirilis Blorakab.go.id.

Pandemi Covid-19 juga menyebabkan ekonomi Blora pada 2020 mengalami minus 1, dibandingkan tahun sebelumnya.

“Bila di tahun 2019, pertumbuhan ekonomi kita ada di angka 4.05 persen, tahun 2020, lagi-lagi karena Covid-19, pertumbuhan ekonomi kita turun menjadi -1,” terangnya.

Dalam rakor tersebut, Arief Rohman juga menekankan pentingnya membangun Blora bersama-sama, sesuai visinya “Sesarengan Mbangun Blora”

“Saya minta kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah dan Camat untuk bekerja maksimal dengan ikhlas mewujudkan visi misi kita bersama,” ajak Arief Rohman.

Untuk mempercepat roda pembangunan, pasangan Bupati dan Wakil Bupati Blora menuangkannya dalam Program 99 Hari, yaitu :

Mewujudkan Mall Pelayanan Publik, Ngantor di Rumah Sakit, Ngopeni Kadang Kekurangan melalui SLRT (Sistem Layanan Rujukan Terpadu), Mewujudkan Blora Satu Data, Blora Mengaji, Musrenbang Lansia, Kelompok Rentan, Difabel, Pemuda, Perempuan, dan Anak, Membentuk Satgas Pupuk dalam rangka mengurangi kelangkaan pupuk, Membuat grand design peternakan terpadu dari hulu sampai hilir, dan Ngopi Bareng dalam rangka menjaring aspirasi masyarakat dan koordinasi lintas sektoral.

Untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat, Arief Rohman meminta kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk merumuskan inovasi baru demi kemaslahatan seluruh masyarakat Blora.

“Saya minta semua Kepala OPD untuk membuat inovasi yang bagus, dan membawa manfaat yang baik bagi unit kerjanya juga bagi masyarakat. Silakan dirumuskan, dan nanti minggu depan lakukan presentasi,” pinta Arief Rohman.

Senada dengan Arief Rohman, Tri Yuli Setyowati juga menekankan pentingnya inovasi dari setiap OPD demi kemajuan daerah.

“Selain berinovasi, saya menambahkan yang tidak kalah penting adalah bahwa perlu adanya sinergi antar OPD demi percepatan pembangunan daerah. Mari kita sesarengan mbangun Blora,” terangnya.

Pada akhir Rakor, Sekda Blora, Komang Gede Irawadi menekankan kepada seluruh Kepala Perangkat Daerah untuk menindaklanjuti arahan-arahan yang sudah diberikan oleh Bupati.

“Saya cermati apa yang disampaikan oleh Bapak Bupati sudah komprehensif, sudah menunjuk kepada masing-masing OPD. Jadi Bapak/Ibu sekalian diharapakan untuk segera menciptakan inovasi-inovasi yang bermanfaat bagi masyarakat yang berbasis teknologi informasi,” kata Komang.

Sebelum rapat koordinasi dimulai, acara diawali dengan penyerahan tali asih dan cenderamata kepada Ir Hj Dewi Tedjowati mantan Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kabupaten (DLH) Kabupaten Blora dan Minar Ami bin Sarno SSos mantan Camat Ngawen.

Keduanya telah mamasuki purna bakti (pensiun) setelah mengabdi sebagai Aparatul Sipil Negara (ASN) di Pemerintah Kabupaten Blora.

“Saya sampaikan terima kasih atas dedikasi, loyalitas dan pengabdian Bu Dewi dan Pak Minar di Pemkab Blora. Bapak dan Ibu telah lulus dengan baik. Semoga setelah purna bakti masih berkesempatan mengabdi kepada bangsa dan negara pada sektor lain,” kata Bupati Blora.

Suasana cukup haru ketika keduanya berpamitan dan menerima cenderamata serta tali asih dari Bupati, Wakil Bupati, Sekda, OPD terkait dan Korpri Blora.

“Saya menjadi PNS mulai dari staf. Alhamdulillah, 31 tahun saya mengabdi di Pemkab Blora. Terimakasih atas kerjasamanya, mohon maaf jika ada kesalahan selama ini. Mohon doanya, semoga kita semua selalu diberikan kesehatan dan dilindungi Allah,” kata Ir Hj Dewi Tedjowati dalam sambutan singkat. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.