Akibat Pandemi Corona, Warga Miskin di Jepara Meningkat 7.674 Jiwa

Kepala BPS Jepara, Manggus Suryono. (Foto : Jepara.go.id)

 

HALO JEPARA – Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Jepara, mencatat angka kemiskinan, selama tahun 2020 mencapai angka 91.144 orang, atau meningkat 7.674 orang dibandingkan 2019.

Kepala BPS Jepara, Manggus Suryono mengatakan secara persentase, jumlah tersebut berada di angka 7,17 persen dari total penduduk Jepara.

“Kondisi ini terjadi hampir merata di setiap daerah, akibat pandemi Covid-19,” kata dia, Jumat (8/1) seperti dirilis Jepara.go.id.

Meski mengalami kenaikan, Jepara masih tercatat sebagai kabupaten dengan persentase penduduk miskin terendah ketiga, di Provinsi Jawa Tengah. Posisi Jepara berada di bawah Kota Semarang sebesar 4,34 persen, dan Kota Salatiga 4,94 persen.

Turun

Sementara itu untuk indeks kedalaman kemiskinan (P1) dan indeks keparahan kemiskinan (P2) di Kota Ukir, mengalami penurunan. Manggus mengatakan indeks kedalaman kemiskinan, pada Maret 2020 sebesar 0,60, turun dari periode yang sama pada tahun 2019 yang mencapai 0,64. Sementara itu indeks keparahan kemiskinan, juga mengalami penyusutan dari 0,10 menjadi 0,07.

“Indeks kedalaman kemiskinan Jepara itu ranking 2 terendah se-Jateng. Nomor 1 Kota Salatiga. Indeks keparahan kemiskinan Jepara ranking 1 terendah se-Jateng,” kata dia.

Dijelasakan Manggus, P1 merupakan ukuran rerata kesenjangan pengeluaran masing-masing penduduk miskin terhadap garis kemiskinan.

Adapun P2, memberikan gambaran mengenai penyebaran pengeluaran di antara penduduk miskin. Semakin tinggi nilai indeks, semakin jauh rerata pengeluaran warga dari garis kemiskinan, serta kian tingginya ketimpangan di antara warga prasejahtera. (HS-08)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.