Akibat Pandemi Corona, Pendapatan Kendal Tahun Anggaran 2020 Menurun

Penyerahan berkas Rencana Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2020 di Sidang Paripurna DPRD Kendal, Rabu (26/8/2020).

 

HALO KENDAL – DPRD Kabupaten Kendal dan Pemkab Kendal mulai menyusun Rencana Perubahan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2020.

Wakil Bupati Kendal, Masykur Masrur yang mewakili Bupati Kendal, Mirna Annisa dalam Rapat Paripurna dengan Agenda Nota Keuangan APBD Perubahan Tahun Anggaran 2020, Rabu (26/8/2020) menyampaikan, agenda penyusunan APBD Perubahan 2020 ini untuk menindaklanjuti Persetujuan Perubahan KUA-PPAS Tahun Anggaran 2020, 13 Agustus 2020 lalu.

Rapat Paripurna ini sendiri dipimpin oleh Ketua DPRD Kendal, Muhammad Makmun dan dihadiri 35 anggota DPRD Kendal.

Masykur Masrur mengatakan, secara garis besar APBD Tahun Anggaran 2020, terdapat penurunan pendapatan sebesar Rp 216,454 miliar. Dari semula Rp 2,337 triliun menjadi Rp 2,121 triliun.

Menurutnya penurunan pendapatan tersebut, disebabkan adanya pandemi Covid-19.

“Pandemi corona berpengaruh terhadap sendi-sendi perekonomian, sosial, maupun kondisi kehidupan masyarakat,” kata Masrur.

Dikatakan, bahwa penyusunan RAPBD Perubahan tahun anggaran 2020 tetap berpedoman kepada Undang-undang Nomor 2 tahun 2020 (pegganti UU nomor 1 tahun 2020), Peraturan Presiden Nomor 72 tahun 2020 (perubahan atas Perpres nomor 54 tahun 2020).

Kemudian juga berdasarkan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 33 tahun 2020, dan Instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 5 tahun 2020.

“Sebagai konsekuensinya, maka dalam penyusunan perubahan APBD tahun anggaran 2020, berdasarkan kepada pendekatan anggaran kinerja,” ujar Masrur.

Dijelaskan, anggaran kinerja yang dimaksud. Yaitu sistem anggaran yang mengutamakan pencapaian hasil kerja atau output dari perencanaan alokasi biaya atau input yang ditetapkan.

Masrur menambahkan, arah kebijakan pembangunan tahun ini, masih melaksanakan arah kebijakan seperti tahun-tahun sebelumnya.

“Seperti peningkatan kualitas dan daya saing SDM melalui peningkatan kualitas pendidikan formal dan peningkatan kualitas dan kesejahteraan tenaga pendidik dan kependidikan, peningkatan standarisasi pelayanan kesehatan, peningkatan mutu dan akses pelayanan kesehatan,” jelasnya.

Di samping itu peningkatan kesadaran masyarakat dalam pengembangan lingkungan, serta peningkatan pemerataan pembangunan infrastruktur melalui peningkatan pembangunan jalan dan jembatan, jaringan irigasi, ketersediaan air bersih dan sanitasi, juga penataan penanganan kawasan kumuh.

Bupati Kendal, Mirna Annisa melalui Masykur Masrur juga menyampaikan, bahwa Pemkab Kendal dalam penanganan pandemi Covid-19, memprioritaskan pada pencegahan dan penanganan bidang kesehatan, penanganan jaring ekonomi, dan jaring sosial.

Masrur juga menyampaikan, Rancangan Perubahan APBD Kabupaten Kendal tahun 2020 tetap diarahkan untuk memperkuat prioritas yang diutamakan.

Di antaranya dengan memberikan arah pelaksanaan program dan kegiatan pembangunan pada tahun 2020 yang tidak terkena recofussing dan realokasi anggaran. Tujuannya agar berdaya guna dan berhasil guna dengan mengutamakan pencegahan dan penanganan pandemi Covid-19.

“Penanganan meliputi, penanganan kesehatan, penanganan dampak ekonomi, dan penanganan dampak sosial,” ujarnya.

Prioritas berikutnya, mengoptimalkan pelaksanaan anggaran pendapatan dan belanja daerah.

“Prioritas terakhir meningkatkan koordinasi antara eksekutiif dan legislatif dalam memantapkan penyusunan perencanaan anggaran yang transparasi dan akuntabel,” tandasnya.

Acara diakhiri dengan penyerahan Nota Keuangan Rancangan Peraturan Daerah Tentang Perubahan APBD Kabupaten Kendal Tahun Anggaran 2020 dari Bupati Kendal yang diwakili Wabup Masrur Masykur kepada Ketua DPRD Kendal Muhammad Makmun.(HS)

Pembaca lain, menyukai ini

Komen yang ditutup, tetapi jejak balik dan ping balik terbuka.