in

Akibat Sedimentasi Muara Kali Kutho, Perahu Nelayan Gempolsewu Rusak

Proses evakuasi perahu nelayan Desa Gempolsewu Kecamatan Rowosari, Kendal, yang rusak akibat sedimentasi.

HALO KENDAL – Akibat sedimentasi atau pendangkalan sungai di muara sungai Kali Kutho, Desa Gempolsewu, Kecamatan Rowosari, Kabupaten Kendal, membuat kapal atau perahu milik nelayan setempat menjadi rusak. Hal itu disampaikan Ketua Nelayan Desa Gempolsewu, Jumari, Rabu (24/1/2024).

Dirinya menceritakan, sejumlah perahu milik nelayan rusak karena pendangkalan sungai saat kondisinya sedang surut.

“Ya kejadiannya Selasa siang (23/1/2024), nelayan kan pergi melautnya sekitar pukul 03.00 WIB saat kondisi pasang, lha pulangnya kan sekitar pukul 10.00 – 11.00 WIB saat surut, jadi kapalnya kandas dan terdorong ombak kemudian minggir-minggir kena talud itu,” ujarnya, Rabu (24/1/2024).

Kemudian, lanjut Jumari, perahu-perahu karena terbentur bebatuan, akhirnya membuat bocor dan air masuk ke dalam perahu. Melihat seperti itu, warga pun bergotong-royong mengevakuasi perahu yang rusak dengan dibantu alat excavator.

Dirinya bersama nelayan Desa Gempolsewu lainnya berharap, normalisasi sungai atau pengerukan rutin dilakukan di muara Kali Kutho.

“Atau bila perlu ditempatkan alat berat excavator di sekitar muara Kali Kutho, sehingga sewaktu-waktu bisa digunakan untuk mengurangi sedimentasi,” harap Jumari.

Sementara itu, Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Kendal, drh Hudi Sambodo mengatakan, sedimentasi dipengaruhi musim angin baratan, yang membuat pembentukan sendimentasinya lebih cepat. Sedangkan saat musim angin timuran, nantinya sendimentasi akan hilang secara alam.

Untuk itu pihaknya telah berkoordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi Jawa Tengah, untuk dapat menangani terkait sendimentasi di Gempolsewu.

“Akan tetapi kalau menunggu musim timuran, itu terus nelayan mau makan apa, karena mau berlayar tidak bisa. Sehingga kami melakukan koordinasi dengan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi, ke Pak Kadis Pak Fendiawan,” ujar Hudi saat dikonfirmasi.

Dirinya menyebut, sedikitnya ada empat perahu nelayan yang terdampar di sedimentasi sungai Kali Kutho. Sementara terkait perahu yang rusak, pihaknya akan melakukan koordinasi dengan para nelayan untuk pendataan.

“Lha per dua hari atau sehari yang lalu dari laporan kemudian ditindaklanjuti, besoknya ada alat berat yang ke situ, untuk melakukan pengerukan. Dan infonya pagi tadi sudah masuk menuju muara Kali Kutho,” imbuh Hudi.

Dirinya juga berharap kepada pihak Himpunan Nelayan Seluruh Indonesia (HNSI), para nelayan dan juga perangkat desa, supaya pengerukan dapat berjalan dengan baik dan lancar.

“Tapi tidak menutup kemungkinan, dalam sebulan lagi sedimentasi akan muncul lagi di situ,” kata Kepala DKP Kendal.

Pada kesempatan itu, Hudi juga mengungkapkan, untuk mengatasi problem sedimentasi di muara Kali Kutho akan dibangun breakwater di awal 2024.

“Nantinya breakwater akan dibangun di muara Kali Kutho sepanjang 107 meter, yang merupakan komitmen Dinas Provinsi, di awal tahun 2024, sekitar Februari atau Maret sudah ada eksyen pembangunan breakwater, nanti sendimentasi akan hilang secara jangka panjang. Sehingga tidak menjadi kendala lagi,” ungkapnya. (HS-06)

 

Terima Tim dari Kemendikbud, Bupati Sragen Berharap Universitas Sragen

Ikut Hadir Dalam Pembangunan Rusun Kejati Jateng, Ini Komitmen Wali Kota Semarang