in

Akhiri Frustrasi di Sirkuit Motegi

Massimo Meregalli/dok

HALO SEMARANG – Dalam lima balapan terakhir, Fabio Quartararo dua kali gagal finis pada MotoGP Belanda dan Aragon.

Parahnya lagi, juara dunia MotoGP 2021 itu juga selalu finis di belakang pesaing terdekatnya, Francesco Bagnaia (tim Lenovo Ducati).

Quartararo kali terakhir bisa juara pada Grand Prix (GP) Jerman, 19 Juni silam.

Pembalap Monster Energy Yamaha ini sekarang hanya unggul 10 angka di atas Bagnaia.

Padahal, El Diablo (Si Iblis), julukan Fabio, pernah memimpin 91 poin atas Bagnaia.

Demi mengakhiri frustrasi, Si Iblis bertekad meraih kemenangan pada GP Jepang di Sirkuit Twin Ring Motegi, Minggu (25/9/2022).

Dia mengaku optimistis bisa berjaya dalam lomba yang merupakan markas bagi pabrikan Iwata itu.

‘’Saya akan mencoba yang terbaik untuk sepenuhnya fit dan berjuang demi menghadirkan kemenangan,’’ ujar Quartararo seperti dikutip dari Speedweek.

Direktur Tim Monster Energy Yamaha, Massimo Meregalli, mendukung ambisi El Diablo.

‘’Kami tidak sabar untuk memulai balapan. GP Jepang selalu penting bagi Yamaha, karena ini adalah GP kandang perusahaan,’’ ungkap Meregalli.

Dia menegaskan para insinyur di markas besar Yamaha di Iwata dan para penggemar Jepang sangat antusias menyambut lomba di Motegi.

‘’Kami ingin menghargai kesabaran mereka dengan pertunjukan yang bagus,’’ tutur Massimo. (HS-06)

Prakiraan Cuaca Semarang dan Sekitarnya, Jumat (23/9/2022)

Kumpulkan Informasi Cukai Ilegal, Tim Gabungan di Demak Beli Rokok Murah