in

Akhir Pekan, Milenial Saksikan Film Omnibus Resah Karya Sineas Kota Semarang

Salah satu adegan dalam film Memories of The Sea rangkaian pemutaran film omnibus “Resah” di Kafe Warga Lokal, Gedawang, Kota Semarang, Sabtu (8/5/2021).

 

HALO SEMARANG – Ratusan milenial tampak menikmati suguhan tontonan film karya beberapa sineas muda Kota Semarang.

Empat film omnibus diputar secara berurutan yang merupakan kolaborasi antara SURE Pictures dan Sineroom dengan Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang, Sabtu (8/5/2021).

Milenial terlihat antusias menonton empat film omnibus hingga tuntas yang dilakukan di kafe Warga Lokal, Gedawang, Banyumanik Kota Semarang.

Pemutaran film ini merupakan kali kedua, sebelumnya di Gedung Bioskop XXI Paragon.

Kepala Dinas Pariwisata dan Kebudayaan Kota Semarang, Indriyasari mengungkapkan, kegiatan ini merupakan hasil kolaborasi dari pelaku ekonomi kreatif sektor perfilman dengan Pemerintah Kota Semarang.

“Ini adalah pelaku ekonomi kreatif yang berada di Kota Semarang khususnya bidang perfilman. Kolaborasi dengan kami Pemerintah Kota Semarang dan kebetulan didukung oleh kafe Warga Lokal untuk tempat pemutaran,” kata Indriyasari di sela-sela pemutaran film kepada¬†halosemarang.id.

Iin sapaan akrab Indriyasari menuturkan, pemutaran film ini merupakan sepenuhnya karya dari sineas Kota Semarang. Produksi, pelaku, dan lokasi seluruhnya dilakukan di Kota Lumpia ini.

“Agenda nonton bareng film yang merupakan produksi di Kota Semarang, pelaku dari Kota Semarang, dan lokasi juga di Kota Semarang. Tempatnya sebagian besar vintage,” tutur Iin.

Karya tersebut, lanjut Iin, selain menjadi sarana untuk promosi juga untuk referensi edukasi. Menurutnya, kedua hal itu harus ada di Kota Semarang dan dapat menunjang dunia perfilman nasional.

“Dan anak-anak di sektor perfilman Kota Semarang ini dapat mendukung perfilman nasional,” imbuhnya.

Iin mengaku, hasil kolaborasi ini merupakan seperti harta karun yang ditemukan oleh Pemerintah Kota Semarang. Sebab, sebelumnya pihaknya tidak menyangka jika terdapat komunitas film memiliki bakat yang bertebaran di Kota Semarang.

“Kami selama ini belum tahu kalau sebenarnya anak-anak di Kota Semarang memiliki potensi seperti ini. Setelah kami cek ternyata terdapat banyak komunitas yang bergerak di sektor film,” ungkap Iin.

Oleh karena itu, harap Iin, dengan dilakukan kolaborasi tersebut dapat memberikan ruang kepada pelaku ekonomi kreatif khususnya sektor perfilman.

“Maka dengan itu kami berkolaborasi supaya kedepannya dapat lebih bagus lagi,” tutupnya.

Pemutaran film ini juga diapresiasi oleh Wakil Ketua Komisi X DPR RI Agustina Wilujeng Pramestuti bersama Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Semarang Gunawan Permadi.

Agustina Wilujeng Pramestuti mengatakan, pemutaran film ini merupakan langkah untuk memajukan potensi generasi muda yang dimiliki Kota Semarang.

Dengan hal tersebut, lanjutnya, dapat dibagikan atau ditularkan kepada daerah-daerah lain yang tentunya memiliki potensi yang sama.

“Ini luar biasa, diluar dugaan, anak-anak muda bisa demikian kreatif. Mereka kerja keras, amat sangat keras. Bisa ditularkan, nanti temen-temen di kabupaten/kota lainnya dapat meniru ini,” tutur Agustin.

Agustin meyakini, dunia perfilman Kota Semarang dapat berkembang lagi dan menambah warna perfilman Tanah Air

“Sehingga ini bisa jadi booming, menjadi salah satu alternatif kegiatan anak-anak generasi millenial. Ini positif banget,” katanya.

Dirinya meminta kepada Ketua Komite Ekonomi Kreatif Kota Semarang Gunawan Permadi untuk dapat memfasilitasi para generasi muda yang bergerak pada dunia perfilman.

“Secara teknis, skenario, penulisan naskah, dan lain sebagainya bisa semakin diperbaiki semakin lebih baik,” tutupnya.

Perlu diketahui, terdapat empat film omnibus yang diputar, yaitu masing masing berjudul “Pusara(n)”, “Bersepeda ke Bulan”, “Aq Tep Manten” dan “Memories of The Sea”.

Pemutaran film tersebut berjalan dengan menerapkan protokol kesehatan secara ketat dengan tetap mengatur jarak antar penonton  serta memakai masker.(HS)

 

Share This

Lazizma Salurkan Zakat Sebesar Rp 155 Juta

Kue Nastar Piring Diminati untuk Parcel Bagi Keturunan Koja di Semarang