in

Akhir Februari Diharapkan Mulai Tempati Lapak, Satpol PP akan Bantu Penataan Pedagang Pasar Johar. 

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto (kanan) bersama Satpol PP Provinsi Jawa Tengah saat operasi yustisi belum lama ini. 

HALO SEMARANG – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP)  Kota Semarang akan membantu dalam melakukan penataan pedagang Pasar Johar. Diharapkan semua pedagang sudah mulai menempati lapaknya masing-masing pada akhir bulan Februari ini.

Kepala Satpol PP Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, pihaknya telah mengikuti rapat koodinasi bersama Dinas Perdagangan dan para pedagang belum lama ini. Satpol akan dilibatkan dalam penataan pedagang Pasar Johar untuk menegakkan peraturan daerah dan memfasilitasi kelompok pedagang.

‘’Kami menyerap perbedaan pendapat dari para pedagang. Misalnya ada yang ingin lapaknya berdekatan dengan keluarga lainnya, ada juga yang minta penataan kembali di blok yang dulu di Johar Tengah, dan lainnya,” kata Fajar, Kamis (10/2/2022).

Dia menerangkan, persoalan dan keluhan para pedagang ini akan segera dirampungkan dan dibahas bersama. Harapannya penataan bisa rampung pada akhir bulan Februari ini, kKemudian pedagang bisa menempati lapaknya masing-masing.

“Selaku penegak perda Satpol PP akan turun tangan, dan akhir bulan ini atau minggu keempat pedagang kami harapkan sudah bisa masuk,” tegasnya.

Terkait adanya keinginan dari sejumlah pedagang agar dilakukan pengundian ulang, Fajar menegaskan tidak akan dilakukan. Aplikasi E-Pandawa yang menjadi sistem pengundian dinilai tidak ada persoalan. Namun jika memang ada yang tiak puas atau curiga dengan pengundian, dia mempersilahkan untuk membawanya ke ranah hukum.

“Kalau ada yang curiga saya persilahkan bawa ke ranah hukum, tapi saya pastikan jika sistem ini tidak ada masalah,” tambahnya.

Pihaknya mengaku akan melakukan penataan ulang, misalnya pedagang yang sebelumnya mendapatkan lebih dari satu kios tentu akan ditarik kembali, karena perda mengatur satu pedagang hanya boleh mendapatkan satu lapak sesuai arahan Wali Kota Semarang.

Sementara itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Nurkholis menerangkan, agenda pertemuan kemarin untuk mendengarkan masukan masing-masing kelompok pedagang. Harapannya ada solusi yang menguntungkan bagi pemerintah ataupun pedagang alias win-win solution.

“Secara sistemis kan Kawasan Johar ini tidak bisa menampung jumlah pedagang, gedung yang terbangun pun tidak sebanding dengan jumlah pedagang. Tapi nanti akan kita carikan solusi,” paparnya.

Ia mencontohkan, Pasar Yaik Baru dan Yaik Permai yang semula ada kini sudah tidak ada. Artinya penataan ulang ini  ini perlu perhitungan dan kebijakan, apalagi selain pedagang kios dan los juga ada data pedagang dasaran terbuka (DT) serta pancakan.

“DT ini akan kami tempatkan  di Shopping Center Johar (SCJ). Jika masuk di Johar, merusak tatanan yang sudah ada,” katanya.

Penataan, kata dia, masih mengacu data yang ada di aplikasi E-Pandawa, dari data yang ada pedagang tercatat sudah mencapai 70 persen atau sekitar 2.200 dari total 3.800 pedagang.  Sisanya adalah pedagang DT yang sebenarnya sudah mendapatkan notifikasi, tinggal melakukan berita acara serah terima.

Dilain pihak,  Ketua Umum PPJ Kota Semarang, Mudasir menjelaskan, pihaknya  pasti menerima aspirasi para pedagang, bahkan dirinya yakin pembangunan fisik dilakukan dengan tujuan menghidupkan kembali Semarang jadi kota perdagangan. Tujuannya untuk mewujudkan kesejahteraan masyarakat.

“Solusi terbaik dan bijaksana menurut saya adalah kembali ke blok semula, misal yang dulu di utara ya tetap di utara, untuk Yaik baru yang besmen diperuntukan untuk Yaik Baru. Sedangkan yang lain sesuai zonasi bisa ditempatkan di Kanjengan maupun di SCJ,” jelasnya.

Menurut dia, justru penataan ulang harus dilakukan agar terhindar dari gesekan dan kesalahpahaman antar pedagang, apalagi ada pedagang Yaik Baru masuk ke Johar Utara, Tengah, ataupun Selatan. Sebaliknya, pedagang Johar masuk ke Pasar Yaik.  (HS-06)

Resmikan Gedung Puskesmas II, Bupati Kendal : Mempermudah Akses Pelayanan Kesehatan Masyarakat

Tasyakuran Gedung Sekretariat Kecamatan Kendal, Bupati : Jangan Ada Lagi Laporan Pelayanannya Tidak Baik