in

Akan Dijadikan RTH, Bangunan eks-Pasar Weleri Mulai Dibongkar

Penjual yang berjualan di depan eks-Pasar Weleri sebelum ditertibkan petugas gabungan, Selasa (5/4/2022).

HALO KENDAL – Pemerintah Kabupaten Kendal berencana akan menjadikan eks-Pasar Weleri I yang terbakar untuk jadi ruang tebuka hijau (RTH). Pembongkaran bangunan eks-Pasar Weleri I tersebut sudah mulai dilakukan.

Bagi pedagang yang masih nekat melakukan aktivitas berjualan di sekitar bangunan eks-Pasar Weleri I tak akan diterbitkan oleh petugas gabungan. Pasalnya pemerintah sudah menyiapkan Pasar Relokasi yang berada di Terminal Bahurekso, Desa Jenarsari, Kecamatan Gemuh, Kabupaten Kendal.

Hal tersebut ditegaskan Kepala Dinas Perdagangan, Koperasi dan UKM Kabupaten Kendal, Ferinando Rad Bonay, Selasa (5/4/2022).

“Kebijakan itu sudah diputuskan dalam rapat bersama jajaran terkait di lingkungan Pemerintah Kabupaten Kendal. Jadi bangunan aset eks-Pasar Weleri juga mulai dibongkar sejak Jumat, kemarin,” ujarnya.

Ferinando mengungkapkan, beberapa program kebijakan sudah disiapkan Disdagkop dan UKM Kendal untuk mendukung ramainya pasar relokasi.

Bahkan untuk mempermudah akses, Pemkab Kendal juga mempersiapkan dua bus gratis untuk transportasi pedagang dan pembeli dari Weleri ke pasar relokasi.

“Kami sedang upayakan BRT Trans Jateng sampai taman Kota Weleri. Begitu juga akses angkutan umum agar pasar tidak sepi lagi,” ungkap Ferinando.

Dirinya meminta kepada pedagang tidak mudah terpancing isu-isu yang belum tentu terbukti kebenarannya. Karena wewenang kebijakan penuh terkait pengelolaan aset bangunan eks-Pasar Weleri menjadi haknya Bupati Kendal.

“Tidak ada pihak lain yang bisa mengintervensi kebijakan itu. Kami tidak akan mentolelir bagi pedagang yang nekat berjualan kembali di sekitar eks-Pasar Weleri. Bangunan eks-Pasar Weleri mulai dibongkar. Ada petugas piket di sana. Pedagang yang tercecer akan kami tertibkan agar masuk ke pasar relokasi,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Badan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kendal, Agus Dwi Lestari membenarkan rencana pembangunan eks-Pasar Weleri I yang akan dijadikan sebagai RTH. Proses pembongkaran bangunan sudah dimulai dilakukan. Untuk mempercepat pembongkaranya pemerintah menurunkan sejumlah alat berat.

“Rencananya lokasi tersebut bakal disulap menjadi ruang terbuka hijau (RTH) Kecamatan Weleri. Aset bangunan eks-Pasar Weleri dibongkar, selanjutnya dilakukan lelang material yang masih bisa digunakan,” terangnya.

Terkait pembangunan kembali pasar induk Weleri, Pemerintah Kendal masih menunggu kejelasan anggaran dari pemerintah pusat.

“Jika dana tidak turun, pemerintah daerah akan menggandeng pihak ketiga agar bangunan pasar bisa dibangun di tahun 2023,” ujar Agus Dwi.

Disebutkan, DED-nya Pasar Induk Weleri sudah ada. Tapi masih nunggu anggaran pembangunan dari pemerintah pusat.

“Misal tak kunjung ada kejelasan informasi, kami siapkan anggaran fisik di 2023 menggandeng pihak ketiga. Dana yang dibutuhkan sekitar Rp 80 miliar,” ucap Agus Dwi.

Sementara itu, Kepala Satpol PP Kabupaten Kendal, Subarso mengatakan, pihaknya sudah bernegosiasi dengan pedagang di pinggir jalan depan Pasar Weleri. Pedagang yang berjualan di area eks-Pasar Weleri diberi batas waktu sampai pukul 15.00 sore. Pedagang diminta memindahkan sendiri dagangannya.

“Kita sudah memberikan kesempatan, mereka berjualan sampai jam tiga sore. Besok harus sudah bersih, untuk kepindahan ke lokasi Terminal Bahurekso, akan kami bantu,” ujar Subarso.(HS)

Tak Kunjung Gelar Musda, KNPI Jateng Dinilai Langgar Mekanisme

Diisukan Hengkang, Jonathan Berharap Suporter Bisa Dukung Langsung PSIS di Jatidiri