in

Airlangga Dianggap Gagal, Desakan Munaslub Golkar Muncul dari Daerah

Foto ilustrasi: Baliho Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto.

HALO SEMARANG – Ketua Umum DPP Partai Golkar, Airlangga Hartarto, dinilai tidak merealisasikan visi misi yang diamanatkan dalam Musyawarah Nasional Luar Biasa (Munaslub) di Jakarta pada 2017. Desakan untuk kembali menggelar Munaslub pun muncul dari daerah, salah satunya dari Tolitoli, Sulawesi Tengah.

“Suara Golkar, Suara Rakyat” dimunculkan beberapa tahun lalu. Ia diaktualisasikan dalam visi terwujudnya masyarakat bersatu, berdaulat, modern, damai, sejahtera, adil makmur, beriman dan berakhlak, serta berkesadaran hukum. Lalu, diwujudkan melalui misi pembangunan yang berkeadilan, pemerintahan yang baik dan efektif, berwibawa, demokratis, dan bersih dari KKN.

“Namun, suara rakyat dan perintah visi misi Golkar yang dipanggulkan di pundak Airlangga itu ternyata hanya fatamorgana, retorika belaka,” kata Ketua Golkar Kecamatan Dondo, Kabupaten Tolitoli, Sulawesi Tengah, Kasir Munding, dalam keterangan tertulisnya yang diterima halosemarang.id, Senin (27/1/2022).

“Padahal, publik menunggu kebijakan dan manuver radikal, paling tidak tampakkan bahwa era kepemimpinan hasil Munaslub 2017 itu beda dengan pendahulunya,” tegasnya.

Dia menyatakan demikian karena Partai Golkar selalu meraih capaian yang menggembirakan dalam beberapa pemilihan umum (pemilu), sebagai buah atas kepekaan pada segala masalah masyarakat. Namun citra Golkar belakangan ini dinilainya terus menurun di tangan Airlangga Hartarto.

“Golkar tidak lagi aspiratif, sejumlah kebijakan kerap keluar dari cita-cita, tak terkecuali pemberantasan tabiat KKN, lantaran terjerumus dalam kerja-kerja oligarki asing yang terbiarkan mengangkangi, mengeksploitasi, mengeruk kekayaan alam sebagai sumber kehidupan rakyat hingga ke pelosok desa,” bebernya.

Kasir pun sependapat dengan Generasi Muda Partai Golkar (GMPG) yang menilai Airlangga mengkhianati Tujuh Janji Golkar Bersih. Ketujuh janji itu adalah bersih KKN dan kasus hukum lainnya, serta bersih dari konflik internal yang berlarut-larut.

“Menyaksikan realitas ini, kapasitas saya sebagai pimpinan Kecamatan Dondo sangat risau dengan elektabilitas Golkar dan kepemimpinan Ketum Airlangga yang hari ini terjun bahkan semakin memburuk,” ujarnya.

“Oleh karena itu, demi keselamatan bangsa, khususnya Kabupaten Tolitoli, saya berharap, Golkar Tolitoli segera mendorong Munaslub guna kembalikan suara rakyat dari belenggu oligarki itu,” sambungnya.

Menurut dia, Munaslub diperlukan untuk mencari figur ketua umum baru yang dapat mengembalikan marwah dan citra Partai Golkar.

“Pada dua tahun terakhir, citra ‘bau’ Golkar tidak ada penyembuhan, malah eksistensinya tambah rusak. Belum lagi partai ini masih distigmakan sebagai partai korup karena terindikasi dikendalikan para oligarki yang memanfaatkan legitimasi partai bagi ‘syahwat pundi’ mereka bukan untuk kesejahteraan masyarakat seperti diamanatkan visi misi Golkar,” tutup Kasir.(HS)

Kebijakan Minyak Goreng Satu Harga Tak Efektif Turunkan Harga di Pasar Tradisional

Hendi Sebut Pembangunan Tol Tanggul Laut Seksi I Telah Temui Titik Terang